Bekasi, HarianJabar.com – Wali Kota terpilih New York City, Zohran Mamdani, segera bergerak cepat setelah kemenangannya dalam pemilihan umum. Ia mengumumkan pembentukan tim transisi pemerintahan yang seluruh anggotanya merupakan perempuan — langkah yang disebut sebagai simbol komitmen terhadap kesetaraan dan kepemimpinan inklusif.
Dilansir dari CNN, Kamis (6/11/2025), tim transisi Mamdani terdiri dari sejumlah tokoh perempuan berpengaruh di Amerika Serikat. Nama-nama tersebut antara lain mantan Ketua Komisi Perdagangan Federal (FTC) Lina Khan, mantan Wakil Wali Kota New York Maria Torres-Springer, CEO United Way of New York City Grace Bonilla, serta mantan Wakil Wali Kota bidang kesehatan dan layanan kemanusiaan Melanie Hartzog.
Tim tersebut akan diketuai oleh Elana Leopold, yang ditunjuk sebagai direktur eksekutif.
Sinyal Politik Anti-Oligarki
Kehadiran Lina Khan, tokoh yang dikenal tegas terhadap praktik monopoli korporasi besar, dinilai sebagai sinyal kuat arah kebijakan Mamdani. Khan selama ini dikenal sebagai regulator progresif di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden dan kerap berhadapan dengan perusahaan raksasa teknologi.
“Dalam beberapa bulan mendatang, saya dan tim akan membangun balai kota yang mampu mewujudkan janji kampanye kami,” ujar Mamdani dalam pernyataan yang dikutip The Guardian.
Langkah Mamdani dipandang sebagai bentuk komitmen untuk mengurangi dominasi korporasi dan memperkuat posisi masyarakat pekerja di New York, kota dengan ekonomi terbesar di Amerika Serikat.
Relasi dengan Pemerintahan Federal
Namun, tantangan besar menanti di awal masa pemerintahannya. Presiden Donald Trump, yang kini kembali memimpin AS, disebut berulang kali mengancam akan membatasi aliran dana federal ke New York apabila kebijakan Mamdani dianggap bertentangan dengan program nasional.

Meskipun demikian, Trump menegaskan bahwa pemerintahannya tetap akan menyalurkan dana minimum sebagaimana diatur undang-undang.
Mamdani merespons dengan nada lebih moderat. Ia menyatakan bersedia berdialog dengan pemerintah federal selama pembicaraan tersebut ditujukan untuk kesejahteraan warga New York.
“Saya tertarik untuk berdiskusi dengan Presiden Trump mengenai cara-cara di mana kita bisa bekerja sama untuk melayani warga New York,” ujar Mamdani.
“Tujuan utama kami adalah memastikan warga mendapat perlindungan dari dampak kebijakan nasional yang memengaruhi kehidupan mereka.”
Pendanaan dari Basis Pendukung
Menjelang pelantikannya pada 1 Januari 2026, Mamdani juga mengumumkan pembukaan kembali donasi publik untuk mendukung kegiatan transisi pemerintahan. Ia menjelaskan bahwa seluruh biaya tim transisi akan dibiayai melalui sumbangan dari para pendukung, bukan dari sumber korporasi besar.
“Beberapa bulan lalu saya meminta pendukung berhenti berdonasi. Hari ini saya meminta mereka untuk memulai lagi,” ucap Mamdani.
“Tim ini butuh staf, penelitian, dan infrastruktur. Kami bangga karena dukungan ini datang dari para pekerja yang selama ini tertinggal oleh politik kota.”
Langkah ini mempertegas arah politik Mamdani yang menempatkan partisipasi publik dan transparansi sebagai fondasi utama pemerintahannya.
