Bekasi, HarianJabar.com – Meski masih merasakan luka fisik dan trauma psikologis, semangat para siswa korban ledakan SMAN 72 Jakarta untuk meraih masa depan tetap membara. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, mengungkapkan hal ini usai menjenguk para korban di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, Sabtu (8/11/2025) malam.
“Saya tanya cita-citanya apa. Ada yang ingin jadi polisi, ada yang ingin jadi pengusaha. Kita doakan bersama,” ujar Arifah. Ia menambahkan bahwa kondisi para korban belum memungkinkan untuk berbicara panjang lebar, sehingga kunjungan lebih bersifat menyapa dan memberi semangat.
Pendampingan Psikologis dan Koordinasi Lintas Instansi
KemenPPPA akan menggelar rapat koordinasi pada Minggu (9/11/2025) untuk membentuk sistem pendampingan bagi siswa, guru, dan orang tua terdampak. Rapat akan melibatkan Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Sosial, Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), pihak sekolah, serta kepolisian. Mekanisme kegiatan belajar mengajar yang rencananya dimulai Senin (10/11/2025) juga akan menjadi agenda pembahasan.

Kondisi Korban dan Penanganan Medis
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan total korban ledakan mencapai 96 orang. Sebanyak 29 orang masih dirawat di rumah sakit, yakni RS Islam Cempaka Putih (14 orang), RS YARSI (14 orang), dan RS Pertamina Jaya (1 orang). Sisanya, 67 korban, telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
Kepolisian telah berkoordinasi dengan dokter, psikolog, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk memberikan layanan trauma healing bagi semua korban.
Proses Penyidikan Terhadap Terduga Pelaku
Terduga pelaku, seorang siswa kelas XII berinisial MNFH alias F, kini kondisinya membaik pascaoperasi. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan ketika fisiknya memungkinkan. Polisi fokus pada satu terduga pelaku dan telah mengamankan berbagai barang bukti, termasuk serbuk yang diduga memicu ledakan. Tim penyidik juga menelusuri catatan dan aktivitas media sosial pelaku untuk mengungkap motif di balik insiden ini.
Insiden ledakan ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan di lingkungan sekolah, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan dukungan psikologis bagi korban.
