Bekasi, HarianJabar.com – Tahun 2025 menjadi tonggak kemandirian pangan Indonesia dengan capaian produksi beras tertinggi sejak 2019. Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) aman dan tidak ada rencana impor.
“Produksi beras naik 4,1 juta ton dibanding tahun lalu, tercatat tertinggi sejak perubahan data BPS,” ujar Amran, Sabtu (8/11/2025). Saat ini, stok CBP diproyeksikan lebih dari 3 juta ton hingga akhir tahun, menjadi capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Rincian Stok dan Pengadaan
Hingga 7 November 2025, total stok beras pemerintah mencapai 3,923 juta ton, terdiri dari CBP 3,743 juta ton dan komersial 180,1 ribu ton. Sepanjang tahun, Bulog melakukan pengadaan dalam negeri 3,264 juta ton, sebagian besar untuk CBP. Penyaluran ke masyarakat melalui berbagai program telah mencapai 1,031 juta ton dan akan terus meningkat.

Program penyaluran mencakup Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras, bantuan pangan untuk warga terdampak bencana, keadaan darurat, hingga distribusi untuk PNS. Operasi pasar dan pengawasan harga juga dilakukan oleh Satgas Pengendalian Harga Beras yang melibatkan Polri, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Bapanas, Bulog, dan pemerintah daerah. Sampai 6 November, pengawasan telah dilakukan di lebih dari 5.000 kegiatan di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.
Stabilitas Harga dan Kemandirian Pangan
Amran menegaskan, dua bulan terakhir harga beras mulai menurun, namun operasi pasar tetap digencarkan hingga harga stabil. Dengan kondisi ini, Indonesia dipastikan tidak memerlukan impor beras tahun ini.
“Insya Allah, sampai akhir tahun tidak ada impor. Stok dan produksi saat ini sangat kuat untuk menjaga stabilitas pangan nasional,” tutup Amran.
Pencapaian ini menegaskan kemandirian pangan Indonesia, sekaligus menjadi bukti efektivitas koordinasi pemerintah, Bulog, dan Bapanas dalam menjaga produksi dan distribusi beras nasional.
