Bekasi, HarianJabar.com — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi pusat perhatian publik, bukan karena kebijakan politiknya, melainkan akibat rekaman video viral yang menunjukkan dirinya memejamkan mata cukup lama saat menghadiri pengumuman penting tentang pemangkasan harga obat-obatan penyakit kronis di Ruang Oval, Gedung Putih, Kamis (6/11/2025).
Dalam video yang beredar luas di berbagai platform media sosial, tampak Trump dikelilingi sejumlah pejabat senior. Namun, sorotan publik tertuju pada momen ketika matanya terpejam selama beberapa detik, seolah tengah berjuang melawan rasa kantuk. Sesekali, ia tampak berusaha membuka mata dan menggosok wajahnya, memicu spekulasi soal kondisi kesehatannya di tengah jadwal kepresidenan yang padat.
Serangan Politik dan Julukan ‘Dozy Don’
Kontroversi ini segera dimanfaatkan oleh lawan-lawan politik Trump. Salah satu yang paling keras menyindir adalah Gubernur California, Gavin Newsom, yang melalui akun media sosialnya menulis, “DOZY DON IS BACK.”
Julukan “Dozy Don” — yang berarti “Don yang mengantuk” — dengan cepat menjadi viral dan trending di berbagai platform, memicu gelombang komentar satir dari para pengkritik Trump.
Istilah itu juga menghidupkan kembali narasi lama mengenai stamina dan kemampuan Trump dalam memimpin negara, terutama di usianya yang sudah lanjut dan jadwal kegiatan kenegaraan yang padat.
Gedung Putih Membantah: “Narasi Media Liberal yang Gagal”
Menanggapi video yang ramai diperbincangkan, Juru Bicara Gedung Putih, Taylor Roger, membantah keras tuduhan bahwa Presiden Trump tertidur. Ia menegaskan, sang presiden sepenuhnya sadar dan aktif selama acara berlangsung.
“Presiden tidak sedang tidur; bahkan beliau berbicara terus-menerus dan menjawab banyak pertanyaan dari media selama pengumuman ini,” ujar Roger kepada CNN, Sabtu (8/11/2025).
Roger juga menuduh media liberal sengaja menyebarkan narasi yang menyesatkan untuk mengaburkan keberhasilan pemerintahan Trump dalam menurunkan harga obat-obatan vital.
“Pengumuman Presiden Trump ini adalah pencapaian besar — pemangkasan harga obat untuk diabetes, jantung, dan obesitas yang akan menyelamatkan ribuan nyawa. Sayangnya, media gagal lebih tertarik menulis soal ekspresi wajah Presiden ketimbang hasil kerja nyatanya,” tegas Roger.

Latar Belakang Kebijakan: Pemangkasan Harga Obat
Acara di Gedung Putih itu sebenarnya menandai kebijakan pemotongan harga obat-obatan penting secara nasional. Program tersebut disebut akan menurunkan harga obat hingga 25–40 persen untuk jutaan warga Amerika Serikat yang menderita penyakit kronis.
Kebijakan ini merupakan bagian dari reformasi sistem farmasi nasional yang diusung Trump sejak masa kampanye, dengan tujuan menekan biaya pengobatan dan menantang monopoli perusahaan farmasi besar.
Namun, keberhasilan kebijakan itu sempat tenggelam di tengah narasi viral soal dugaan Trump tertidur, yang mendominasi pemberitaan media internasional.
Kesehatan dan Stamina Trump Disorot
Isu mengenai kondisi fisik dan kesehatan Trump bukan hal baru. Presiden yang kini memasuki usia lanjut itu dikenal menjalani jadwal kerja yang padat, sering menghadiri beberapa agenda publik dalam satu hari.
Beberapa hari sebelum insiden viral itu, Trump baru saja kembali dari kunjungan tiga negara di Asia dan menyampaikan pidato ekonomi berdurasi lebih dari satu jam di Miami. Aktivitas intens itu memunculkan dugaan bahwa dirinya tengah mengalami kelelahan fisik.
Bulan sebelumnya, Gedung Putih juga mengonfirmasi bahwa Trump menjalani pemeriksaan di Walter Reed National Military Medical Center, meski tidak menjelaskan secara rinci hasilnya. Sumber resmi menyebut pemeriksaan itu dilakukan karena pembengkakan pada kaki akibat insufisiensi vena kronis, atau gangguan aliran darah balik dari kaki ke jantung.
Reaksi Publik Terbelah
Publik AS pun terbagi dua dalam menanggapi insiden ini. Pendukung Trump menilai video itu dipelintir media, sementara oposisi menganggapnya simbol kelelahan seorang presiden yang tak lagi prima.
Namun, di tengah perdebatan tersebut, Trump sendiri belum memberikan tanggapan langsung.
Sementara itu, beberapa media nasional seperti The Washington Post dan New York Times melaporkan bahwa insiden “mata terpejam” itu terjadi kurang dari 10 detik, tanpa indikasi bahwa Trump benar-benar tertidur.
