Jakarta, HarianJabar.com – Aktor papan atas Reza Rahadian mengungkapkan alasan di balik keputusannya membintangi film kolaborasi Indonesia–Korea Selatan berjudul Keadilan (The Verdict). Menurutnya, film tersebut memiliki cerita yang sangat relevan dengan kondisi sosial dan hukum di Indonesia saat ini, sehingga terasa penting untuk diangkat ke layar lebar.
“Jujur, saya pertama kali ngobrol sama Mas Yusron (sutradara), salah satu hal yang membuat saya tertarik untuk bermain dalam film ini karena ceritanya sangat relevan dengan apa yang ada di situasi kita hari ini,” ujar Reza dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (13/11/2025).
Film yang Mengajak untuk Berkaca dan Bersuar
Reza menilai, Keadilan (The Verdict) bukan sekadar tontonan hiburan, tetapi juga alat refleksi bagi masyarakat Indonesia untuk meninjau kembali berbagai persoalan keadilan dan kemanusiaan yang kerap terjadi di sekitar mereka.
“Proyek ini penting untuk merespons situasi kita saat ini. Situasi yang saya yakin kalian semua mahasiswa lebih tahu,” kata Reza sambil tersenyum.
Ia menambahkan, film ini diharapkan dapat menjadi medium baru bagi masyarakat untuk bersuara, khususnya dalam menyampaikan pandangan terhadap realitas sosial dan hukum yang ada.
“Semoga film ini bisa menjadi wadah berbeda bagi kita untuk bersuara,” lanjutnya.
Tayang Dekat dengan Film Reza Lain, ‘Pangku’
Menariknya, jadwal tayang Keadilan (The Verdict) akan berdekatan dengan film Reza lainnya, Pangku, yang sebelumnya telah meraih beberapa penghargaan di ajang Busan International Film Festival (BIFF) 2025.
Namun, Reza mengaku tidak merasa terganggu dengan jadwal yang saling berdekatan, bahkan justru berharap kedua filmnya dapat memberikan alternatif tontonan segar bagi publik.
“Saya enggak apa-apa kalau filmnya selisipan. Saya justru kepingin ‘Keadilan: The Verdict’ bisa ditonton oleh sebanyak-banyaknya penonton,” ujarnya.
“Sehingga orang yang datang ke bioskop di Indonesia mempunyai tontonan yang berbeda-beda dan fresh,” tambahnya.
Kolaborasi Dua Negara dan Dua Sutradara
Film Keadilan (The Verdict) menjadi proyek istimewa karena digarap oleh dua sutradara lintas negara, yakni Lee Chang-hee dari Korea Selatan dan Yusron Fuadi dari Indonesia.
Lee Chang-hee sebelumnya dikenal lewat serial A Killer Paradox di Netflix, sementara Yusron Fuadi merupakan sutradara yang aktif di industri film tanah air.
Naskah film ini ditulis oleh Yoon Hyeon-ho, penulis skenario kawakan asal Korea Selatan.
“Kolaborasi ini menghadirkan warna baru bagi perfilman Indonesia, dengan perpaduan gaya sinematografi Korea dan kedalaman isu sosial khas Indonesia,” ungkap Yusron dalam kesempatan yang sama.

Sinopsis Singkat: Benturan Dua Sisi Keadilan
Dalam film ini, Reza Rahadian berperan sebagai Timo, seorang pengacara idealis yang membela tersangka kasus pembunuhan.
Sementara Rio Dewanto memerankan Raka, seorang petugas keamanan pengadilan yang kehilangan istrinya akibat perbuatan anak seorang konglomerat.
Konflik memuncak saat Raka merasa hukum tidak berpihak padanya dan memutuskan menyandera ruang sidang dengan ancaman bom, menuntut keadilan yang sebenarnya.
Sang sutradara Lee Chang-hee sebelumnya juga memuji kemampuan akting dua bintang utama ini, menyebut keduanya memiliki pesona berbeda namun sama kuatnya.
“Keduanya menunjukkan kemampuan akting luar biasa yang bisa dimengerti bahkan tanpa bahasa yang sama,” ujar Lee.
Deretan Bintang Pendukung dan Jadwal Tayang
Selain Reza Rahadian dan Rio Dewanto, film ini juga dibintangi sejumlah aktor dan aktris ternama, antara lain:
Niken Anjani, Elang El Gibran, Dimas Aditya, Dian Nitami, Karina Salim, Raflu Altama, Tubagus Ali, Eduward Manalu, Tyan Anugrah, dan Voni Anggraini.
Film Keadilan (The Verdict) dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 20 November 2025.
Refleksi Melalui Film
Bagi Reza Rahadian, Keadilan (The Verdict) adalah lebih dari sekadar proyek akting — ini adalah pesan sosial yang dikemas dalam bentuk seni visual.
Ia berharap penonton tidak hanya menikmati alur dan akting para pemain, tetapi juga mendapatkan makna dan refleksi tentang arti keadilan yang sesungguhnya.
“Film ini bicara tentang rasa keadilan, tentang perasaan manusia ketika sistem tidak berpihak. Ini film yang saya harap bisa menggerakkan,” tutup Reza.
