Bekasi, HarianJabar.com – Fauzambi Syahrul Multazhar atau F.S. Multhazar adalah seorang purnawirawan TNI yang mencapai pangkat Mayor Jenderal sebelum pensiun pada 2020. Lulusan Akademi Militer Indonesia tahun 1988 ini kini menduduki jabatan strategis sebagai Presiden Komisaris PT Vale Indonesia Tbk. Penetapannya ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 Juli 2025.
Biodata F.S. Multhazar
- Nama lengkap: Fauzambi Syahrul Multazhar
- Nama panggilan: Multhazar
- Pendidikan: Akademi Militer, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat
- Pekerjaan: Purnawirawan TNI, Presiden Komisaris Vale Indonesia
Perjalanan Karier F.S. Multhazar
Multhazar mengawali karier militernya setelah lulus dari Akademi Militer Indonesia pada 1988. Di masa awal dinasnya, ia bertugas di satuan elite Kopassus, termasuk menjabat sebagai Dandenma Grup 4 dan Danyon 2/42 Grup 4.
Karier Multhazar mulai menanjak ketika ia dipercaya menjadi Wakil Komandan Tim Mawar, satuan khusus Kopassus yang dibentuk pada tahun 1997. Tim Mawar diketahui terkait dengan kasus penculikan aktivis menjelang periode reformasi.
Atas perannya di unit tersebut, Multhazar dijatuhi hukuman 20 bulan penjara pada 1999. Usai menjalani hukuman, ia kembali melanjutkan karier militernya dan memperoleh sejumlah jabatan strategis di lingkungan TNI dan Kementerian Pertahanan.
Sejumlah posisi yang pernah ia emban antara lain:
- Kepala Bagian Pengamanan Biro Umum Setjen Kemhan (2012)
- Staf Khusus KSAD (2016)
- Kepala Satuan Pengawas Universitas Pertahanan (Kasatwas Unhan) (2020)

Kinerja dan rekam jejaknya membawa Multhazar meraih pangkat Brigadir Jenderal pada 2020. Setelah purna tugas, ia mendapatkan amanah baru di sektor korporasi, khususnya di industri pertambangan.
Pada 28 Juli 2025, melalui RUPSLB, F.S. Multhazar resmi diangkat sebagai Presiden Komisaris Vale Indonesia, menggantikan Muhammad Rachmat Kaimuddin yang diberhentikan dengan hormat.
Kisaran Gaji F.S. Multhazar sebagai Presiden Komisaris Vale
Berdasarkan Laporan Tahunan Vale tahun 2024, total remunerasi untuk seluruh Dewan Komisaris mencapai US$918 ribu atau setara Rp15,35 miliar (kurs US$1 = Rp16.721). Dengan komposisi enam anggota komisaris, perkiraan remunerasi yang diterima masing-masing mencapai sekitar Rp2,5 miliar per tahun.
Jumlah tersebut mencakup gaji dan imbalan kerja jangka pendek, tanpa bonus kinerja, bonus non-kinerja, atau opsi saham.
Selain remunerasi utama, setiap anggota Dewan Komisaris juga memperoleh kompensasi rapat berupa:
- US$6.979 per bulan, sekitar Rp116,71 juta
- US$2.500 per rapat, sekitar Rp41,80 juta
Jabatan baru ini sekaligus menandai langkah Multhazar dari dunia militer menuju posisi strategis di salah satu perusahaan tambang nikel terbesar di Indonesia.
