Bekasi, HarianJabar.com — Nama Ahmad Dhani, musisi legendaris yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029, kembali mencuri perhatian publik. Selain kiprahnya di dunia politik dan musik, Dhani juga dikenal sebagai figur publik dengan portofolio bisnis yang cukup besar. Kehadirannya dalam Rapat Baleg DPR RI terkait harmonisasi RUU Hak Cipta baru-baru ini kembali menyorot relasinya dengan dunia musik, terutama soal royalti dan hak cipta.
Namun tak berhenti di situ, berbagai lini bisnis yang ia bangun sejak bertahun-tahun lalu juga menjadi bahasan publik. Mulai dari label musik, kuliner, fashion, hingga digital, Dhani tercatat aktif di banyak sektor industri kreatif.
Berikut daftar lengkap bisnis yang dimiliki atau dikaitkan dengan Ahmad Dhani.
1. Republik Cinta Management (RCM)
Salah satu pilar bisnis utama Ahmad Dhani adalah Republik Cinta Management (RCM). Label ini menaungi berbagai grup musik dan artis besar seperti The Rock, The Virgin, Dewi Dewi, Mahadewi, hingga Mulan Jameela.
RCM tak hanya bergerak di manajemen artis, melainkan juga memproduksi album, konser, hingga seluruh lini kreatif di balik panggung Dewa 19. Popularitas Dewa 19 memberikan nilai komersial tinggi bagi bisnis ini.
Disebutkan bahwa sekali tampil bersama Dewa 19, Dhani dapat menghasilkan pendapatan hingga Rp450 juta.
2. Wisma Dewa19 Restography & Restoe Boemi Dewa19
Di sektor kuliner, Dhani mengembangkan restoran bertema musik bernama Wisma Dewa19 Restography yang berlokasi di rumahnya di Pondok Indah. Menu yang disajikan identik dengan perjalanan karier dan keluarga Dhani, seperti Sate Ayam Estianty, Lidah Goreng Jamilah, hingga Steak Mulan Jameela.
Bisnis ini kemudian berkembang dengan dibukanya cabang di Bandung bernama Restoe Boemi Dewa19, memperluas jangkauan penggemar kuliner bernuansa musikal.
3. Masterpiece Family KTV
Ahmad Dhani juga terkait dengan bisnis karaoke Masterpiece Family KTV, yang memiliki cabang di Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, dan kota besar lainnya. Tempat karaoke ini dikenal dengan ruang nyaman dan katalog lagu yang lengkap.
Meski perusahaan menegaskan Dhani bukan pemilik langsung, ia tetap menjadi wajah utama dan brand ambassador dari Masterpiece, yang membuat publik sering mengaitkannya dengan bisnis ini.
4. Proshop Original
Dalam lini fashion dan merchandise, Dhani bekerja sama dengan Proshop Original, produsen merchandise resmi Dewa 19. Produk yang dijual meliputi kaos, jaket, topi, tas, dompet, hingga sandal.
Harga merchandise berkisar mulai Rp50 ribu hingga Rp395 ribu, membuatnya mudah diakses penggemar dari berbagai kalangan.

5. Ahmad Dhani School of Rock (ADSOR)
Pada 2010, Dhani mendirikan sekolah musik bernama Ahmad Dhani School of Rock (ADSOR) di Yogyakarta. Sekolah ini menawarkan pembelajaran musik holistik, di mana siswa tidak hanya mempelajari satu instrumen, tetapi juga diperkenalkan pada piano, gitar, drum, dan bass.
ADSOR mengajarkan berbagai genre seperti pop, rock, jazz, klasik, hingga musik Mandarin. Program ini terbuka untuk anak usia 3,5 tahun hingga dewasa dengan metode pengajaran yang disesuaikan kemampuan masing-masing.
6. YouTube Channel: VIDEO LEGEND
Dhani juga aktif di dunia digital melalui channel YouTube VIDEO LEGEND, yang kini memiliki sekitar 1,6 juta subscribers dengan lebih dari 1.000 video dan total lebih dari 473 juta tayangan.
Menurut data Social Blade, pendapatan dari channel ini diperkirakan mencapai:
- US$598–US$9.600 per bulan (setara Rp9,97 juta–Rp160 juta)
- US$8.300–US$133.000 per tahun (setara Rp138 juta–Rp2,22 miliar)
Konten di dalamnya mencakup musik, opini politik, dokumentasi kegiatan, hingga momen kehidupan pribadi Dhani.
7. Royalti Musik dan Aktivitas di Dunia Hiburan
Sebagai pencipta lagu produktif, Ahmad Dhani memperoleh pendapatan rutin dari royalti. Karya-karyanya diputar di radio, televisi, konser, dan platform digital.
Selain itu, Dhani juga menerima honor saat tampil di televisi, termasuk menjadi juri pada ajang pencarian bakat yang memperkuat eksistensinya di dunia hiburan.
