Bekasi, HarianJabar.com – Musisi Baskara Putra mengungkap alasan mengapa karya-karyanya, baik melalui proyek musik .Feast, Hindia, maupun Lomba Sihir, terasa begitu dekat dengan telinga dan perasaan generasi Gen Z. Menurutnya, kedekatan itu lahir secara natural, bukan karena strategi khusus untuk menyasar kelompok usia tertentu.
Baskara menuturkan bahwa lingkar pertemanan serta lingkungan terdekatnya masih banyak diisi oleh anak-anak muda Gen Z. Interaksi dan obrolan sehari-hari bersama mereka menjadi ruang inspirasi yang turut mempengaruhi warna emosional dalam setiap karya yang ia ciptakan.
“Mungkin karena di hidup saya masih banyak orang-orang Gen Z ya. Jadi saya enggak merasa, ‘oh ya saya tulis buat Gen Z’, gitu enggak,” ujarnya saat ditemui awak media di Ciputra Artpreneur, Jakarta, Rabu (19/11/2025).
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membuat lagu dengan target generasi tertentu. Setiap lirik yang ia tulis lahir dari keresahan personal, pengalaman kolektif, hingga percakapan bersama orang-orang terdekat yang secara alami membentuk tema dan gaya penulisan.
“Karena apa yang saya tulis itu ya apa yang saya rasakan, apa yang orang-orang sekitar saya rasakan. Apa yang kami rasakan sebagai sebuah kelompok juga,” kata Baskara. “Jadi enggak ada sama sekali kayak tujuannya secara spesifik. Kebetulan saya masih sangat dekat dengan generasi-generasi tersebut, walaupun saya bisa dibilang milenial yang hampir Gen Z.”

Meski begitu, Baskara memberikan penekanan khusus bahwa para pendengar memegang peranan penting dalam perjalanan kariernya. Baginya, para fans—terutama pendengar Hindia dan .Feast—adalah alasan ia terus berkarya dan bergerak maju.
“Mereka yang pendengar Hindia, pendengar .Feast, itu buat saya yang memberikan saya akhirnya buat jalan terus. Yang memberikan makna apa yang saya lakukan juga. Kalau bukan karena mereka, kami juga enggak sampai ada di sini,” tuturnya.
Prestasi Baskara kembali terbukti tahun ini setelah ia memborong tiga piala Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2025 dari tiga kategori berbeda. Bersama .Feast, ia memenangkan kategori Album Rock Terbaik melalui album Membangun & Menghancurkan, di mana ia berperan sebagai vokalis utama.
Sementara melalui proyek musik Hindia, lagu everything u are mengantarkannya meraih dua penghargaan sekaligus: Artis Solo Alternatif Terbaik dan Video Musik Terbaik, sebuah kolaborasi visual bersama sutradara Yogi Kusuma.
Dengan capaian tersebut, Baskara Putra kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu musisi paling berpengaruh di generasinya—musisi yang mampu menjangkau hati pendengar muda tanpa pernah merasa perlu dibuat-buat.
