Bekasi, HarianJabar.com – Keluarga besar Gen Halilintar sudah lama mencuri perhatian publik Indonesia. Dengan 11 anak yang tumbuh dalam gaya hidup nomaden, mereka menarik sorotan sejak 2014 ketika Halilintar Anofial Asmid dan Lenggogeni Faruk membagikan pengalaman keliling dunia bersama anak-anaknya. Popularitas mereka melonjak setelah kanal YouTube “Gen Halilintar” hadir dan menampilkan keseharian, perjalanan, hingga karya musik keluarga ini.
Seiring waktu, setiap anggota keluarga membangun karier dan sumber pendapatan masing-masing. Atta menjadi YouTuber terpopuler di Indonesia, Thariq terjun ke hiburan dan bisnis digital, sementara Saaih dikenal lewat gaya hidup mewahnya. Dengan berbagai aktivitas tersebut, publik pun bertanya: dari mana sebenarnya sumber kekayaan besar keluarga Gen Halilintar?
Profil Singkat Keluarga Gen Halilintar
Gen Halilintar adalah keluarga pasangan Halilintar Anofial Asmid dan Lenggogeni Faruk yang memiliki 11 anak. Keluarga asal Minangkabau ini terkenal karena pola hidup tak biasa—membesarkan banyak anak tanpa asisten rumah tangga sambil berpindah negara untuk menjalankan bisnis.
Kisah mereka terdokumentasi dalam berbagai buku, terutama karya Lenggogeni Faruk. Selain itu, latar belakang pendidikan kedua orang tua—keduanya lulusan Universitas Indonesia—memberi kontribusi besar dalam manajemen keuangan dan bisnis keluarga.
Berikut 11 anak dalam keluarga Gen Halilintar:
- Muhammad Attamimi Halilintar (1994)
- Sohwa Mutamimah Halilintar (1996)
- Sajidah Mutamimah Halilintar (1997)
- Muhammad Thariq Halilintar (1999)
- Abqariyyah Mutamimmah Halilintar (2000)
- Muhammad Saaih Halilintar (2002)
- Siti Fatimah Halilintar (2003)
- Muhammad Al-Fateh Halilintar (2006)
- Muhammad Muntazar Halilintar (2008)
- Siti Saleha Halilintar (2010)
- Muhammad Shalaheddien El-Qahtan Halilintar (2012)
Keunikan karakter setiap anak membuat konten keluarga ini semakin bervariasi dan menarik audiens dari berbagai kalangan.
7 Sumber Kekayaan Gen Halilintar
Sumber kekayaan keluarga ini sangat beragam, mulai dari digital, buku, musik, hingga bisnis internasional. Berikut rangkumannya:
1. Pendapatan dari Buku dan Autobiografi
Kekayaan Gen Halilintar pada awalnya berasal dari karya tulis Lenggogeni Faruk. Buku-bukunya menceritakan perjalanan keluarga, cara mendidik anak, hingga pengalaman tinggal di berbagai negara. Banyak di antaranya menjadi best seller.
Daftar buku populer mereka:
- Kesebelasan Gen Halilintar: My Family My Team (2015)
- Uzbekistan Negara Sahabat (2016)
- My Brother My Builder (2018)
- Gen + Halilintar = 11 Kids (2018)
- Halilintar The Father (2020)
- Gen Halilintar: Walisong (segera terbit)
Royalti buku menjadi pemasukan stabil yang terus berlanjut hingga kini.
2. Pemasukan dari Musik dan Royalti Lagu
Beberapa anak Gen Halilintar aktif menciptakan lagu dan musik cover. Hits seperti Ziggy Zagga bahkan meraih lebih dari 187 juta views. Royalti streaming digital menjadi salah satu sumber pemasukan signifikan.
Karya musik mereka mencakup lagu-lagu Ramadhan, lagu keluarga, hingga karya individual anggota keluarga.

3. Penghasilan dari Acara Televisi
Popularitas keluarga besar ini membuat mereka sering tampil di berbagai program TV seperti:
- Gen Halilintar – My Family My Team
- Amazing Gen Halilintar
- WOW Banget
Momen besar seperti pernikahan Atta–Aurel bahkan disiarkan secara langsung, menambah nilai komersial mereka di dunia pertelevisian.
4. Pendapatan Raksasa dari YouTube
YouTube adalah mesin utama kekayaan Gen Halilintar.
Berdasarkan data Social Blade per 19 November 2025:
- Subscriber: 19 juta
- Total views: 4,6 miliar
- Estimasi penghasilan:
- USD 12.000–197.000 per bulan
- USD 192.000–3,1 juta per tahun
- Setara Rp200 juta – Rp3,29 miliar per bulan
Selain AdSense, pendapatan berasal dari sponsor, brand deal, dan monetisasi konten.
5. Penghasilan dari Endorsement
Dengan jumlah pengikut yang besar di TikTok, Instagram, dan YouTube, setiap anggota keluarga mendapat tawaran endorsement bernilai tinggi. Karena terdiri dari banyak influencer, potensi kerja sama brand menjadi jauh lebih besar.
Brand yang bekerja sama juga mendapatkan keuntungan citra keluarga produktif dan harmonis.
6. Bisnis E-Sport Lewat Pendekar
Atta dan Thariq membangun Pendekar e-Sport, komunitas Mobile Legends yang aktif mengikuti turnamen nasional. Channel YouTube Pendekar Esport telah mencapai lebih dari 780 ribu subscriber.
Bisnis esports mencakup:
- Sponsor gaming
- Penjualan merchandise
- Monetisasi konten
- Pembentukan komunitas besar
Hal ini menambah diversifikasi pendapatan keluarga.
7. Manajemen Artis dan Bisnis Internasional
Gen Halilintar mengelola Viral Management, dipimpin Thariq Halilintar. Manajemen ini menaungi beberapa figur publik termasuk Aurel Hermansyah dan Krisdayanti.
Selain itu, keluarga ini sudah memiliki bisnis internasional lama sebelum terkenal:
- Kafe di Prancis
- Butik fashion
- Peternakan kambing 320 hektar di Australia
Bisnis-bisnis ini menunjukkan bahwa fondasi kekayaan keluarga Halilintar tidak hanya dari YouTube, tapi juga dari aktivitas bisnis yang telah mereka rintis sejak lama.
Gen Halilintar bukan hanya fenomena media sosial, tetapi juga keluarga yang berhasil menggabungkan kreativitas, kerja keras, dan strategi bisnis. Dari buku, musik, YouTube, endorsement, hingga bisnis internasional, mereka mampu memanfaatkan peluang di berbagai bidang.
Dengan 11 anak yang memiliki talenta berbeda, kekayaan dan popularitas mereka diprediksi akan terus berkembang dan bertahan lama di dunia hiburan Indonesia.
