Bandung, HarianJabar.com – Mantan atlet badminton asal Bandung, Duthree Gigih Belatma, mengubah perjalanan kariernya setelah memutuskan meninggalkan profesinya sebagai pelatih badminton di India. Keputusan itu justru membawanya pada kesuksesan bisnis shuttlecock melalui perusahaannya, CV GD Feather, yang kini menembus pasar internasional.
Gigih mengungkapkan bahwa gaji sebagai pelatih badminton di India cukup lumayan, namun bisnis sampingan yang dijalani mulai berkembang pesat sehingga menimbulkan dilema.
“Gaji yang saya terima sebagai pelatih di India cukup lumayan, tapi bisnis yang saya jalani sebagai sampingan juga mulai membesar. Ini membuat saya harus memilih jalan yang terbaik untuk masa depan,” kata Gigih, Jumat (21/11/2025).
CV GD Feather kini menjadi salah satu pemain utama dalam produksi shuttlecock, dengan pasar yang tidak hanya meliputi Indonesia, tetapi juga negara-negara Asia dan Eropa. Gigih menekankan kualitas produk sebagai kunci utama suksesnya bisnis tersebut.

“Fokus kami adalah kualitas. Shuttlecock yang baik harus stabil, tahan lama, dan memenuhi standar internasional. Itulah yang membuat produk kami diterima di pasar global,” tambah Gigih.
Keputusan meninggalkan dunia pelatihan dan fokus pada bisnis juga membuat Gigih memiliki fleksibilitas lebih besar, sekaligus membuka peluang lapangan kerja bagi atlet dan tenaga kerja lokal. Ia berharap, pengalaman ini dapat menjadi inspirasi bagi mantan atlet lain untuk mengembangkan potensi di luar lapangan.
“Saya ingin menunjukkan bahwa atlet bisa sukses di bidang lain. Yang penting, ada kemauan, inovasi, dan kerja keras,” pungkasnya.
CV GD Feather saat ini sedang menyiapkan ekspansi produksi dan inovasi produk baru untuk menghadapi permintaan pasar yang semakin meningkat.
