Bekasi, HarianJabar.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren harga telur ayam ras nasional pada minggu ketiga November 2025 mencapai rata-rata Rp31.667 per kilogram. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa dari total 514 kabupaten dan kota di Indonesia, hanya 151 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga, turun dibandingkan minggu sebelumnya yang mencapai 157 kabupaten/kota dengan harga rata-rata Rp31.546 per kilogram.
“Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga IPH telur ayam ras sudah mulai menurun trennya dari 157 menjadi 151,” ujar Amalia di Jakarta, Senin (24/11/2025). Harga acuan penjualan (HAP) di tingkat konsumen ditetapkan sebesar Rp30.000 per kilogram.
Beberapa daerah mencatat kenaikan harga signifikan, misalnya Kabupaten Tambrauw Rp48.000/kg, Kabupaten Melawi Rp33.600/kg, dan Kabupaten Ende Rp48.000/kg. Sementara di Papua, harga telur lebih tinggi karena biaya distribusi yang besar, tercatat Kabupaten Mamberamo Tengah Rp100.000/kg, Kabupaten Puncak Jaya Rp90.000/kg, dan Kabupaten Intan Jaya Rp90.000/kg. “Papua memang per kilonya Rp100.000 karena lokasi distribusi yang memerlukan biaya transportasi lebih tinggi,” jelas Amalia.

Kenaikan harga ini disebabkan oleh permintaan yang terus meningkat, khususnya di daerah-daerah dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah relatif banyak. Amalia menambahkan, periode ini bersamaan dengan percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlangsung sejak Juli hingga minggu ketiga November 2025, di mana telur ayam menjadi salah satu menu utama.
“Sebenarnya permintaan banyak, tinggal didorong bagaimana suplai bisa memenuhi. Artinya, peluang potensi bisnis untuk peternak telur ayam ras terbuka lebih besar,” imbuh Amalia.
Tren ini menunjukkan bahwa meskipun harga telur ayam mengalami fluktuasi di beberapa daerah, secara nasional harga rata-rata masih relatif stabil dan hanya mengalami penyesuaian di wilayah tertentu, terutama daerah yang membutuhkan biaya logistik tinggi. Program MBG dan meningkatnya permintaan dari SPPG turut mendorong dinamika harga telur di pasaran.
