Bandung, HarianJabar.com — Selama lebih dari sepuluh tahun, Asep Supriatna (66) bekerja sebagai penjaga makam di Pemakaman Sindangsari, Kecamatan Cipadung Kulon, Kota Bandung. Pekerjaan yang dimulai pada usia 56 tahun ini memberinya pengalaman hidup yang unik dan sarat makna.
Kedekatannya dengan peristiwa kematian membuat Asep kerap merasakan pertanda kematian, beberapa bahkan terjadi di rumah sebelum jenazah tiba di pemakaman.
“Kadang saya bisa merasakan sesuatu sebelum jenazah datang. Itu membuat saya selalu ingat untuk bersyukur setiap hari,” ujar Asep, Selasa (25/11/2025).
Pengalaman Mistis dan Pembelajaran Hidup
Menurut Asep, pengalaman ini bukan sekadar mistis, tetapi juga menjadi pelajaran berharga tentang kehidupan, kematian, dan waktu. Ia menekankan pentingnya menghargai setiap momen dengan keluarga dan orang terdekat.

Makna dari Pekerjaan Penjaga Makam
Meski pekerjaan ini sarat dengan nuansa kelam, Asep merasakan kedamaian dan refleksi hidup. Ia belajar untuk selalu bersikap empati terhadap keluarga yang ditinggalkan, dan menghormati setiap proses kematian sebagai bagian alami dari kehidupan.
Pesan Inspiratif untuk Pembaca
Kisah Asep Supriatna mengingatkan kita bahwa kematian adalah bagian dari hidup, dan setiap momen bersama orang tercinta harus dihargai. Pengalaman unik Asep juga mengajarkan bahwa pekerjaan apapun, sekecil atau sekelam apapun, dapat memberi pelajaran hidup yang berarti.
