Bekasi, HarianJabar.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) berhasil merealisasikan seluruh program prioritas yang telah digagas. Capaian ini terjadi setelah satu tahun Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arah kebijakan terkait peningkatan kompetensi serta kesejahteraan guru.
Upaya ini menjadi pondasi penting dalam memastikan guru Indonesia semakin profesional, kompeten, dan sejahtera. Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa berbagai program prioritas telah dijalankan secara intensif selama satu tahun terakhir.
“Tujuan kita dalam semua program ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan guru melalui sertifikasi dan meningkatkan kompetensi guru, sehingga guru profesional itu bisa terwujud,” ujarnya di Jakarta, Senin (24/11/2025).
Program prioritas guru dan tenaga kependidikan meliputi: 1) tunjangan guru ASN Daerah dan non ASN; 2) Pendidikan Profesi Guru (PPG); 3) peningkatan kualifikasi akademik S-1/D-4; 4) peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan pembelajaran mendalam, coding dan kecerdasan buatan, matematika GEMBIRA, bimbingan konseling, STEM, dan bahasa Inggris; serta 5) Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS).
Penyaluran tunjangan guru ASN Daerah, Tunjangan Profesi Guru (TPG), telah mencapai Rp62,9 triliun kepada 1.472.687 guru atau sebesar 94 persen. Tunjangan Khusus Guru (TKG) di daerah 3T tersalurkan Rp1,419 triliun kepada 55.149 guru, dengan tingkat keberhasilan 89,10 persen. Untuk guru non ASN, TKG di daerah 3T telah tersalurkan 100,1 persen kepada 26.676 guru dengan total Rp371,02 miliar, dan TPG non ASN mencapai 100,1 persen senilai Rp8,12 triliun untuk 396.342 guru. Bantuan insentif non ASN tersalurkan 94,7 persen atau Rp733,99 miliar bagi 346.238 guru, sedangkan Bantuan Subsidi Upah mencapai 92,3 persen senilai Rp140,3 miliar kepada 233.770 guru.
“Harapan kita di Hari Guru Nasional ini, semua guru yang berhak bisa menerima tunjangannya,” tambah Dirjen Nunuk.

Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) juga melampaui target. Dari sasaran 808 ribu peserta, hasil seleksi administrasi mencapai 822 ribu peserta. Kemendikdasmen turun langsung ke yayasan dan daerah 3T serta menyelenggarakan PPG secara luring agar guru dapat mengikuti program ini.
Untuk peningkatan kualifikasi akademik S-1/D-4, pemerintah menyediakan beasiswa bagi 12.500 guru melalui sistem rekognisi pembelajaran lampau, dan pada 2026 telah disiapkan anggaran beasiswa untuk 150 ribu guru.
Program peningkatan kompetensi menunjukkan capaian signifikan. Pelatihan pembelajaran mendalam mencatat 48.472 pendaftar kepala sekolah dari target 66.836 dan 139.170 pendaftar guru dari target 156.269. Kemendikdasmen bekerja sama dengan 87 lembaga diklat untuk pelatihan coding dan kecerdasan buatan, yang tahun ini menyasar lebih dari 60 ribu sekolah.
Untuk Gerakan Numerasi Nasional dan Matematika GEMBIRA, program telah menjangkau 140 sekolah dan 13 desa, dengan 300 fasilitator nasional dan 2.840 fasilitator daerah. Bimbingan konseling (BK) telah melatih 1.200 fasilitator nasional dan 14.590 fasilitator daerah, dengan target jangka panjang menjangkau 270 ribu guru. Inisiatif STEM 5M direncanakan implementasi penuh pada 2026 dengan pelatihan 3.000 fasilitator nasional dan 45.000 fasilitator daerah untuk 665.018 guru.
Program bahasa Inggris dimulai tahun 2025 dengan pelatihan 1.087 calon fasilitator, untuk 2026 direncanakan 60.000 guru, dan pada 2027 ditargetkan 90.000 guru SD siap mengajar bahasa Inggris di kelas 3 SD. Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) berhasil menurunkan kekosongan kepala sekolah hingga 51 persen, dari 117 ribu menjadi 57 ribu, dengan pelatihan diberikan kepada 8.000 calon kepala sekolah.
Dengan capaian merata di seluruh program prioritas, dari kesejahteraan hingga penguatan kompetensi, Ditjen GTKPG menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan guru Indonesia semakin siap menghadapi tuntutan pendidikan masa depan. Di momen Hari Guru Nasional, Kemendikdasmen menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan nasional hanya dapat terwujud melalui guru yang kompeten, sejahtera, dan didukung program berkelanjutan.
