Bandung, HarianJabar.com – Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pangandaran tidak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga menghantam sektor pertanian dan perkebunan, yang menjadi penopang ekonomi masyarakat setempat.
Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat dari Fraksi PPP, Arief Maoshul Affandy, meminta agar dampak kerusakan segera ditangani dengan langkah yang terukur dan tepat sasaran oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).
“Kerugian di sektor pertanian harus didata secara detail. Mulai dari lahan sawah hingga perkebunan yang terendam, termasuk potensi gagal panen,” kata Arief, Rabu (26/11/2025).

Pendataan Kerugian dan Potensi Gagal Panen
Menurut Arief, pemetaan kerugian menjadi langkah krusial untuk menentukan bantuan yang tepat, termasuk:
- Luas lahan sawah dan perkebunan yang terdampak.
- Jenis tanaman yang mengalami kerusakan.
- Estimasi kerugian ekonomi bagi petani.
- Proyeksi gagal panen yang dapat mempengaruhi pasokan pangan lokal.
“Pendataan harus akurat agar bantuan dari provinsi maupun pusat bisa segera tersalurkan,” tambahnya.
Upaya Pemulihan dan Bantuan
Pemprov Jabar diminta untuk:
- Menyalurkan bantuan darurat berupa pupuk, bibit, dan alat pertanian.
- Mempercepat rehabilitasi lahan agar musim tanam berikutnya tidak terganggu.
- Menyediakan bantuan keuangan dan sosial bagi warga terdampak banjir.
Arief menekankan, pemulihan sektor pertanian menjadi prioritas utama untuk menjaga ketahanan pangan lokal sekaligus memulihkan perekonomian masyarakat Pangandaran.
“Tanpa langkah cepat, kerugian ini akan berimbas jangka panjang pada ekonomi warga,” pungkas Arief.
