Pangandaran, HarianJabar.com – BPBD Provinsi Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Pangandaran dan sejumlah OPD telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy untuk mempercepat penanganan banjir di Kecamatan Padaherang dan Kecamatan Kalipucang.
Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jabar, Ade Arif Riansyah, menegaskan koordinasi dilakukan menyusul tingginya curah hujan yang diperkirakan masih akan berlangsung. “Kondisi ini berpotensi menimbulkan banjir susulan sehingga diperlukan langkah antisipasi terpadu untuk meminimalkan dampak bencana,” ujar Ade, Sabtu (29/11/2025).

Rekomendasi Penanganan Banjir
BPBD Jabar menerbitkan tujuh langkah yang perlu segera ditindaklanjuti:
- Pengelolaan DAS Secara Menyeluruh
Penataan Daerah Aliran Sungai (DAS) dari hulu hingga hilir, termasuk alur dan sempadan sungai, menjadi kunci pengurangan risiko banjir. - Susur Sungai Rutin
Kegiatan susur sungai menjelang musim hujan dilakukan berkala untuk memastikan aliran tidak terhambat, terutama di wilayah hulu yang rawan terbendung. - Normalisasi Sungai dan Penguatan TPT
Pelebaran alur yang menyempit akibat sedimentasi maupun longsoran serta penguatan Tembok Penahan Tanah (TPT) perlu dilakukan agar badan sungai tetap terkendali. - Relokasi Warga di Lokasi Rentan
Warga yang tinggal di sekitar alur sungai atau lokasi rawan banjir diimbau meningkatkan kewaspadaan dan direlokasi bila diperlukan. - Pembinaan Penggunaan Sungai
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembendungan sungai untuk irigasi sawah karena dapat memicu sedimentasi dan memperburuk genangan.
BPBD Jabar menekankan pentingnya langkah-langkah antisipasi terpadu dari pemerintah dan masyarakat agar dampak banjir susulan dapat diminimalkan. Pemantauan kondisi sungai, penataan lingkungan, dan kesiapsiagaan warga menjadi kunci menjaga keselamatan masyarakat Pangandaran.
