Medan, HarianJabar.com – Upaya pemulihan pascabencana di Sumatra terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Bakti BCA turun langsung ke sejumlah lokasi terdampak banjir di Kota Medan dan Kabupaten Langkat, Senin (1/12/2025), untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga yang mengungsi.
Bantuan disalurkan melalui dua posko utama, yakni Posko Pengungsi di Jalan Pancar, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, serta Posko Bersama di Koramil 09 Kebun Lada, Kecamatan Hinai, Langkat. Dari posko ini, bantuan turut diteruskan ke warga terdampak di Kecamatan Tanjungpura. Penyerahan bantuan dilakukan oleh EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, kepada perwakilan TNI dan warga.
Jenis dan Jumlah Bantuan
Total bantuan yang disalurkan meliputi:
- 550 dus air mineral
- 70 dus mi instan
- 912 bungkus biskuit
- 4.200 tablet obat-obatan dan multivitamin
- 100 botol minyak kayu putih

Seluruh bantuan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian.
“BCA melalui Bakti BCA turut berempati dan berduka atas musibah yang terjadi di berbagai wilayah di Sumatra. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir. BCA berkomitmen hadir dalam proses pemulihan kondisi sosial maupun ekonomi masyarakat,” ujar Hera.
Distribusi Bantuan Sebelumnya
Sebelumnya, Bakti BCA juga menyalurkan bantuan logistik ke wilayah Aceh dan Sumatra Utara, termasuk Kota Sibolga. Bantuan diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat (28/11/2025), dan diterima langsung oleh jajaran TNI. Paket bantuan mencakup sembako, air mineral, selimut, popok balita, obat-obatan, tenda, hingga tempat tidur portabel.
Kolaborasi antara Bakti BCA dan TNI memastikan distribusi bantuan berlangsung cepat dan tepat sasaran. Dukungan jaringan TNI yang luas memungkinkan penanganan dampak banjir di wilayah yang sulit dijangkau lebih efisien.
Dengan rangkaian bantuan ini, BCA berharap proses pemulihan di wilayah terdampak berlangsung lebih cepat, terutama karena ribuan warga masih membutuhkan suplai logistik serta dukungan moral di tengah situasi bencana.
