Ciamis, HarianJabar.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis terus melakukan langkah-langkah mitigasi untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir bandang hingga tanah longsor. Salah satu upaya strategis adalah penerbitan Surat Edaran Bupati Ciamis pada 14 Oktober 2025, yang menetapkan status Siaga Darurat hingga Mei 2026.
Selain itu, BPBD tengah melakukan trekking lahan kritis di tiga gunung di wilayah Ciamis guna memetakan area rawan bencana. Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, menyampaikan bahwa trekking ini penting untuk mengetahui kondisi terkini di dataran tinggi yang berpotensi mengalami bencana.
Tiga lokasi utama yang dipantau antara lain Gunung Kendeng di Desa Kalijaya, Kecamatan Banjaranyar, yang pernah diterjang banjir bandang. Lokasi kedua berada di Gunung Gegerbentang, Kecamatan Pamarican. Sedangkan titik ketiga mencakup kawasan Gunung Sawal, yang meliputi wilayah Cihaurbeuti, Panumbangan, dan sebagian Lumbung, yang juga memiliki sejarah bencana mulai dari banjir bandang hingga pergerakan tanah.

Dalam pelaksanaan trekking, BPBD menurunkan tiga tim yang menggunakan metode beragam, mulai dari pendakian langsung, pemetaan udara menggunakan drone, hingga kolaborasi dengan Polisi Hutan (Polhut) serta aparat kecamatan dan desa. Pada Kamis, 4 Desember 2025, tim ketiga melakukan pemetaan di kaki Gunung Sawal wilayah Panumbangan.
Ani menjelaskan, di Gunung Kendeng terdapat area yang sebelumnya ditanami pisang, yang tidak mampu menahan erosi tanah. Kini, sebagian lahan tersebut sudah dihijaukan kembali dengan tanaman keras, termasuk kebun durian di Desa Kalijaya. Ia menegaskan bahwa meski catatan Badan Geologi menyebut Ciamis relatif aman dari banjir bandang, kewaspadaan tetap diperlukan.
Upaya mitigasi juga diperkuat melalui kerja sama dengan Forum DAS, dengan rencana penanaman sedikitnya 5.000 bibit pohon keras di titik-titik rawan. Sementara itu, peringatan dini dari BMKG menjadi pedoman harian bagi BPBD dalam memprediksi potensi cuaca ekstrem. Informasi prakiraan cuaca mingguan terus diperbarui dan disebarkan kepada masyarakat.
Ani menegaskan, meski kondisi Ciamis diharapkan tetap aman dari bencana besar, upaya mitigasi harus terus berlanjut, terutama di wilayah rawan yang memiliki sejarah banjir dan pergerakan tanah. “Kita semua berharap Ciamis tetap baik-baik saja. Tapi mitigasi tidak boleh berhenti. Lahan kritis tetap harus kita pastikan aman,” tutupnya.
