Kyiv, HarianJabar.com – Serangan besar-besaran kembali mengguncang Ukraina setelah militer Rusia meluncurkan sedikitnya 818 unit drone dan rudal dalam satu bulan terakhir, menurut data resmi dari Angkatan Udara Ukraina. Serangan udara ini disebut sebagai salah satu gelombang ofensif terbesar sepanjang tahun 2025, menargetkan infrastruktur sipil dan fasilitas energi di berbagai kota, termasuk Kyiv, Lviv, Kharkiv, dan Odesa.
Dalam dokumentasi yang dirilis oleh pemerintah Ukraina dan media internasional, terlihat ledakan besar, puing bangunan, dan warga sipil yang dievakuasi dalam keadaan panik. Foto-foto tersebut memperlihatkan skala kehancuran yang meluas, serta kesigapan tim penyelamat yang berjibaku menyelamatkan korban di tengah reruntuhan.

“Dalam 30 hari terakhir, kami telah mendeteksi dan menghadapi 818 peluncuran, termasuk drone Shahed buatan Iran dan rudal jelajah Kalibr. Kami terus berupaya mempertahankan wilayah udara kami, namun jumlah ini luar biasa besar,” ujar Juru Bicara Angkatan Udara Ukraina, Kolonel Yurii Ihnat, dalam konferensi pers, Minggu (7/9).
Warga Sipil Menjadi Korban Terbesar
Menurut laporan dari Badan Darurat Ukraina, sedikitnya 97 warga sipil terluka dan 15 orang meninggal dunia dalam serangan udara sepanjang bulan Agustus hingga awal September 2025. Serangan ini juga menyebabkan lebih dari 10.000 rumah tinggal dan gedung publik mengalami kerusakan.
Salah satu foto yang paling menggugah memperlihatkan seorang anak kecil sedang digendong relawan Palang Merah, dengan latar belakang bangunan apartemen yang hangus terbakar.
“Kami tidak tahu harus ke mana. Rumah kami hancur total,” ujar Olena Mykolaivna (34), warga Kharkiv, yang kini mengungsi bersama dua anaknya ke perbatasan barat Ukraina.
Reaksi Dunia Internasional
Serangan intensif ini memicu kecaman dari berbagai pihak. Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mendesak penghentian kekerasan yang menargetkan warga sipil dan menyerukan akses kemanusiaan yang aman bagi organisasi bantuan.
Sementara itu, Uni Eropa dan Amerika Serikat menyatakan siap meningkatkan dukungan pertahanan udara bagi Ukraina, termasuk pengiriman sistem anti-drone dan bantuan medis untuk korban sipil.
Analisis Visual: Perang Modern Lewat Lensa Kamera
Perang Rusia-Ukraina kini tak hanya berlangsung di medan tempur, tapi juga di ranah visual. Dokumentasi foto menjadi salah satu bukti paling kuat dari eskalasi konflik dan dampak nyatanya terhadap warga sipil. Gambar-gambar ini menyuarakan hal yang sering luput dari laporan resmi: derita manusia di balik angka statistik.
