Bekasi, Harianjabar.com — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengimbau para orang tua agar lebih waspada terhadap aktivitas digital anak-anak mereka. BNPT menemukan adanya upaya sistematis dari kelompok radikal yang memanfaatkan game online sebagai sarana untuk merekrut dan mempengaruhi pemikiran anak muda.
Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Mayor Jenderal TNI Nisan Setiadi, menjelaskan bahwa kelompok radikal mulai beralih ke dunia digital karena dianggap lebih efektif dalam menjangkau generasi muda. Melalui game online, pelaku dapat membangun hubungan pertemanan secara perlahan sebelum menanamkan ideologi berbahaya.
“Mereka menggunakan cara yang halus. Awalnya hanya bermain bersama, kemudian mulai mempengaruhi pola pikir anak muda dengan narasi radikal,” ujar Nisan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (9/10/2025).
Menurut BNPT, sasaran utama kelompok ini adalah remaja berusia 13 hingga 21 tahun yang aktif bermain game daring. Beberapa jenis permainan yang rentan disusupi adalah game bergenre tembak-menembak (FPS) dan role-playing game (RPG), karena menyediakan fitur komunikasi langsung antar pemain.

BNPT juga menemukan bahwa proses rekrutmen tidak berhenti di dalam permainan. Setelah kedekatan terbentuk, perekrut biasanya mengajak target bergabung dalam grup tertutup di media sosial atau aplikasi pesan instan untuk melanjutkan proses indoktrinasi.
“Kelompok radikal memanfaatkan dunia digital sebagai ruang rekrutmen baru yang sulit terpantau. Karena itu, peran keluarga dan orang tua menjadi sangat penting,” tambahnya.
Sebagai langkah pencegahan, BNPT mengajak orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak, termasuk memahami jenis permainan yang dimainkan dan dengan siapa mereka berinteraksi. Selain itu, BNPT mendorong masyarakat untuk melaporkan aktivitas mencurigakan yang mengarah pada paham radikal melalui kanal pengaduan resmi lembaga tersebut.
BNPT juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta beberapa platform penyedia game online guna memperkuat pengawasan terhadap konten dan komunikasi yang berpotensi disusupi paham ekstrem.
“Kami berkomitmen menjaga ruang digital agar tetap aman, terutama bagi generasi muda. Pencegahan sejak dini sangat penting agar anak-anak tidak terpengaruh,” tegas Nisan.
Upaya BNPT ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam menghadapi penyebaran radikalisme di era digital. Pemerintah berharap kerja sama antara lembaga, masyarakat, dan keluarga dapat memperkuat ketahanan ideologi bangsa.
