Bekasi, HarianJabar.com – ledakan keras mengguncang warga Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu (8/10/2025) malam. Ledakan tersebut berasal dari gedung Nucleus Farma yang beralamat di Jalan Jombang Raya, menghancurkan bangunan empat lantai dan merusak sejumlah fasilitas di sekitarnya.
Akibat ledakan ini, kaca-kaca jendela pecah dan sejumlah atap bangunan ambruk. Bahkan sebuah mobil yang diparkir di area gedung mengalami kerusakan setelah tertimpa puing-puing atap yang runtuh. Untungnya, polisi memastikan tidak ada korban jiwa, karena aktivitas pekerjaan di gedung tersebut sudah selesai pada malam kejadian.
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Ingkiriwang, mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab ledakan. “Untuk penyebab terjadinya ledakan, kami akan melakukan penyelidikan dan pendalaman bersama ahli dari Puslabfor Bareskrim Polri,” ujarnya, Kamis (9/10/2025).

Tim Gegana Polda Metro Jaya telah mendatangi lokasi pukul 22.24 WIB untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menyisir seluruh bangunan yang kini hancur. Polisi juga telah memasang garis polisi untuk membatasi akses warga selama proses penyelidikan.
Saksi mata di sekitar lokasi, Anton (32), menceritakan detik-detik ledakan terjadi. “Tiba-tiba terdengar suara keras seperti bom, kaca-kaca rumah saya pecah dan atap beberapa toko bergoyang. Kami semua panik, tapi bersyukur tidak ada yang terluka,” ungkap Anton.
Hingga kini, aparat kepolisian tengah memeriksa pemilik gedung dan sejumlah karyawan untuk mendapatkan keterangan mengenai kondisi gedung sebelum ledakan terjadi. Selain itu, tim forensik dari Bareskrim Polri juga akan meneliti apakah ledakan terjadi akibat kerusakan listrik, gas, atau faktor teknis lain.
Kejadian ini menambah daftar insiden ledakan di kawasan Tangerang Selatan, yang sebelumnya terjadi akibat tabung gas atau kebocoran bahan kimia ringan. Meski tidak menimbulkan korban, peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran warga terhadap standar keselamatan gedung di kawasan padat penduduk.
Baca Juga:
jaksa tuntut nikita mirzani 11 tahun
Kapolres Victor mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mendekati lokasi, karena puing-puing bangunan masih rawan roboh. “Kami pastikan semua prosedur penyelidikan berjalan aman dan transparan. Warga diminta menunggu informasi resmi dari pihak kepolisian,” tambahnya.
Proses investigasi diperkirakan akan memakan waktu beberapa hari, termasuk uji laboratorium terhadap sisa material gedung untuk memastikan sumber ledakan. Aparat kepolisian juga menegaskan bahwa kasus ini bukan berasal dari aksi kriminal seperti bom, sebagaimana dikonfirmasi sebelumnya oleh Tim Gegana.
Pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang Selatan telah siap memberikan bantuan darurat bila ditemukan kerusakan signifikan pada fasilitas umum atau rumah warga di sekitar gedung Nucleus Farma.
Warga diharapkan tetap waspada terhadap potensi bahaya dan mengikuti informasi resmi dari aparat kepolisian dan pemerintah setempat.
