Bekasi, HarianJabar.com — Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menekankan peran penting kepala sekolah dalam operasional Sekolah Rakyat. Menurutnya, peran kepala sekolah mencakup tiga dimensi, yaitu akademik, sosial, dan kultural.
Hal ini disampaikan saat rapat koordinasi dengan 165 kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom, di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat. Rapat juga dihadiri secara luring oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Kepala Pusdiklatbangprof Hasim, Kepala Biro Umum Salahuddin Yahya, Kepala Pusdatin Joko Widiarto, dan Direktur Linjamsos Faisal.
Gus Ipul menjelaskan bahwa kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab pada aspek akademik, tetapi juga membangun relasi sosial dan menyesuaikan pembelajaran dengan adat serta kultur lokal. Kepala sekolah juga diharapkan memastikan sinergi antara guru, wali asuh, wali asrama, dan seluruh tenaga kependidikan agar tercipta lingkungan kerja yang kondusif.

Lebih lanjut, kepala sekolah wajib menindaklanjuti data siswa seperti hasil tes kesehatan dan DNA talent mapping berbasis teknologi. Data ini digunakan untuk membimbing siswa sesuai minat dan bakat mereka, sehingga Sekolah Rakyat dapat memberikan pendekatan belajar yang lebih personal.
Baca Juga:
nhm dan dugaan kasus solar murah
Gus Ipul mendorong kepala sekolah menerapkan prinsip 4T:
- Temukan potensi guru dan siswa
- Tempatkan sesuai kemampuan dan minat
- Tegaskan peran dan tanggung jawab berbasis talenta
- Tumbuhkan kemampuan melalui penguatan, reward, dan pelatihan
“Prinsip 4T ini menjadi alat utama untuk mengembangkan potensi siswa dan guru secara maksimal,” tegas Gus Ipul. Ia menambahkan, kepala sekolah juga bisa membuat SOP, mekanisme kerja, dan sistem komunikasi yang efektif sebagai panduan operasional.
Dengan pendekatan ini, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi institusi yang tidak hanya mendidik secara akademik, tetapi juga membentuk karakter dan menumbuhkan potensi unggul generasi muda.
