JAKARTA – 23 Juli 2025
Manajemen Danantara Capital, salah satu perusahaan manajemen investasi terkemuka di Indonesia, mengumumkan langkah evaluasi strategis terhadap komposisi portofolio investasinya. Dalam rilis resmi yang diterbitkan Selasa (22/7), perusahaan mengonfirmasi bahwa saat ini sekitar 80% dari dana kelolaan difokuskan pada proyek-proyek di dalam negeri, sementara 20% sisanya tersebar di sektor internasional.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari penyesuaian terhadap dinamika ekonomi global dan komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan sektor riil di Indonesia.
“Kami sedang melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan bahwa portofolio investasi kami tetap adaptif, produktif, dan berdampak positif, khususnya bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar CEO Danantara, Andika Wiraputra, dalam konferensi pers di Jakarta.
Prioritaskan Infrastruktur, Teknologi, dan Energi Terbarukan
Menurut Andika, fokus investasi dalam negeri diarahkan ke sektor-sektor strategis seperti infrastruktur, teknologi finansial, agritech, dan energi terbarukan. Danantara menilai sektor-sektor tersebut akan menjadi penggerak utama ekonomi Indonesia dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.
“Kita melihat potensi besar di sektor energi hijau, digitalisasi layanan keuangan, serta transformasi pertanian modern. Kami ingin menjadi bagian dari transformasi itu,” jelasnya.
Sementara itu, alokasi 20% investasi luar negeri masih tetap dipertahankan pada instrumen pasar global yang stabil, termasuk obligasi pemerintah negara maju, saham perusahaan teknologi, dan instrumen indeks.
Antisipasi Risiko Global
Langkah evaluasi ini juga didorong oleh berbagai faktor eksternal, seperti fluktuasi suku bunga global, ketegangan geopolitik, dan perlambatan ekonomi di beberapa negara mitra dagang Indonesia.
Direktur Riset Danantara, Felicia Marbun, menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan eksposur global tetap ada namun dalam batas yang aman dan terkendali.
“Diversifikasi tetap penting, namun saat ini prioritas kami adalah mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri dan mendukung startup serta sektor produktif yang membutuhkan permodalan,” ujarnya.
Dukungan Pemerintah dan Optimisme Pasar
Kebijakan Danantara sejalan dengan arah pemerintah yang mendorong investor domestik untuk menyalurkan dananya ke sektor-sektor pembangunan strategis. Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, dalam pernyataan terpisah, menyambut positif langkah tersebut.
“Ketika investor lokal seperti Danantara mempercayai potensi dalam negeri, itu menjadi sinyal kuat bagi stabilitas dan daya tarik ekonomi Indonesia,” kata Bahlil.
Evaluasi Danantara terhadap portofolio investasinya mencerminkan langkah strategis korporasi untuk beradaptasi dengan dinamika global sembari tetap memperkuat peran domestiknya. Dalam kondisi global yang tidak pasti, kepercayaan pada ekonomi nasional menjadi aset penting dalam menjaga momentum pembangunan berkelanjutan.
