BANDUNG – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Sumatra 40 Bandung tetap berlangsung aktif meski mengalami penurunan jumlah siswa baru pada tahun ajaran 2025/2026. Meski hanya menerima 63 siswa dari total daya tampung 108, sekolah ini tetap berkomitmen memberikan pengalaman awal yang berkesan dan edukatif bagi peserta didik baru.
Kepala SMA Sumatra 40, Drs. H. Iman Sulaeman, M.Pd, menyampaikan bahwa pihak sekolah tidak menjadikan penurunan jumlah siswa sebagai halangan untuk menjalankan MPLS dengan semangat penuh.
“Kami tetap fokus pada kualitas pembinaan dan pembentukan karakter siswa. Walaupun jumlahnya menurun, semangat kami untuk mendidik tetap tinggi,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan MPLS, Senin (15/7/2025).
Materi MPLS: Fokus pada Karakter dan Adaptasi
Kegiatan MPLS di SMA Sumatra 40 dilaksanakan selama tiga hari, dimulai sejak Senin hingga Rabu (15–17 Juli 2025). Para siswa baru dikenalkan pada nilai-nilai dasar sekolah, tata tertib, organisasi, serta fasilitas dan tenaga pendidik.
Materi yang diberikan pun telah disesuaikan dengan arahan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dengan fokus pada:
- Pendidikan karakter (anti perundungan, toleransi, disiplin)
- Wawasan kebangsaan
- Lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan ramah anak
- Penguatan profil pelajar Pancasila
- Edukasi digital dan etika bermedia sosial
MPLS ini tidak mengandung unsur perploncoan atau kekerasan dalam bentuk apa pun. Panitia berasal dari guru dan OSIS yang telah dibekali pelatihan dan SOP ketat.
Penyebab Penurunan Siswa Baru
Penurunan jumlah siswa ini disinyalir akibat perubahan minat masyarakat terhadap sekolah swasta, serta meningkatnya persaingan dari SMA negeri dan sekolah berbasis keagamaan.
Iman mengakui tantangan ini sebagai masukan untuk terus berbenah.
“Kami tidak menutup mata. Tahun ini memang berat. Tapi ini momentum untuk refleksi dan memperkuat strategi promosi dan mutu layanan pendidikan kami,” tambahnya.
Tetap Komitmen pada Mutu
Meski kuota tidak terpenuhi, SMA Sumatra 40 tetap menyediakan fasilitas penunjang belajar yang lengkap seperti laboratorium IPA, ruang komputer, perpustakaan digital, serta program ekstrakurikuler yang variatif. Beberapa program unggulan antara lain:
- Kelas berbasis karakter
- Program Tahfidz untuk siswa muslim
- Program literasi dan numerasi digital
- Kelas seni dan budaya Sunda
Dukungan Orang Tua dan Alumni
Respon orang tua dan alumni terhadap penyelenggaraan MPLS pun positif. Mereka mengapresiasi pendekatan yang humanis dan edukatif.
“Kami sebagai orang tua merasa tenang. Anak-anak diterima dan dibimbing tanpa tekanan. Ini penting untuk membangun kepercayaan,” ungkap salah satu wali murid, Bu Teti (45), orang tua dari siswa kelas X.
