Bandung — Proyek kereta gantung atau cable car yang sempat digadang-gadang sebagai solusi kemacetan di Kota Bandung kini belum menunjukkan tanda-tanda kelanjutan pembangunan. Digagas pertama kali pada tahun 2015 oleh Wali Kota Bandung saat itu, Ridwan Kamil, proyek ini hingga pertengahan 2025 belum terealisasi secara fisik di lapangan.
Rencana awal pembangunan cable car di Bandung mencakup rute sejauh kurang lebih 850 meter yang menghubungkan kawasan Dago hingga Cihampelas. Proyek ini disebut-sebut akan memiliki 60 kabin dan mampu mengangkut hingga 2.400 penumpang per jam. Estimasi anggaran mencapai Rp138 miliar.
Meski sempat mendapatkan persetujuan dalam rapat terbatas di tingkat nasional pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, proyek ini belum juga dieksekusi hingga kini. Sebuah prototipe kabin yang pernah diperkenalkan kini tampak tidak terawat dan mangkrak di salah satu sudut fasilitas milik Pemerintah Kota Bandung.
Pakar transportasi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Sony Sulaksono, menyampaikan bahwa secara teknis, cable car tidak ideal untuk kontur wilayah Bandung. “Cable car idealnya dibangun pada jalur lurus. Sementara di Bandung banyak tikungan dan tanjakan, yang membuatnya memerlukan tambahan infrastruktur khusus di setiap belokan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (4/8).

Hal senada juga disampaikan pakar kebijakan publik dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Yogi Suprayogi. Menurutnya, proyek cable car memiliki tingkat urgensi rendah jika dikaitkan dengan kebutuhan transportasi publik. “Jika untuk pariwisata mungkin menarik, tapi untuk mengatasi kemacetan, kontribusinya sangat terbatas,” ungkapnya.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan sebelumnya sempat memasukkan cable car sebagai salah satu opsi transportasi publik untuk wilayah Bandung Raya bersama dengan moda lainnya seperti LRT dan BRT. Namun hingga saat ini belum ada kepastian mengenai kelanjutan proyek tersebut.
Dihubungi terpisah, perwakilan dari Dinas Perhubungan Kota Bandung menyatakan bahwa proyek cable car masih dalam tahap evaluasi dan pembahasan dengan investor. “Kami masih melakukan studi kelayakan dan memastikan proyek ini terintegrasi dengan rencana besar transportasi publik Bandung Raya,” ujar seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, masyarakat dan pengamat kebijakan publik menyoroti pentingnya transparansi dan kesinambungan perencanaan dalam pembangunan infrastruktur publik. Mereka berharap agar pemerintah tidak sekadar melontarkan wacana tanpa perhitungan matang dan tanpa melibatkan partisipasi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi dari pihak Pemkot Bandung mengenai tenggat atau target pembangunan cable car tersebut.
