Bandung, HarianJabar.com – Laga seru antara Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya bukan hanya ditunggu para bobotoh dan pendukung setia Bajul Ijo. Pertandingan ini juga menjadi momen penuh harapan bagi para pedagang kecil di sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) yang berharap bisa meraup keuntungan.

Harapan Ekonomi dari Pertandingan Besar
Seperti diketahui, setiap laga besar Persib selalu menyedot puluhan ribu penonton. Keramaian itu menjadi berkah bagi pedagang makanan, minuman, hingga penjual atribut tim.
“Kalau ada Persib main, omset bisa naik dua sampai tiga kali lipat. Apalagi lawannya Persebaya, pasti stadion penuh,” ujar Asep (41), pedagang bakso yang rutin berjualan di sekitar stadion.
Persaingan Positif Antar Pedagang
Selain pedagang makanan, penjual kaus, syal, dan pernak-pernik bertema Persib juga ikut menggantungkan harapan. Mereka bersaing secara sehat dengan menawarkan harga terjangkau dan desain menarik agar bisa menarik perhatian suporter.
“Kalau ada laga besar, syal Persib bisa laku ratusan. Kadang juga ada suporter Persebaya yang beli buat kenang-kenangan,” kata Nani (35), pedagang atribut bola.
Faktor Keamanan dan Kenyamanan
Meski berpotensi cuan, para pedagang juga mengaku cemas soal keamanan. Mereka berharap aparat kepolisian dan panitia penyelenggara memastikan situasi kondusif agar jualan bisa berjalan lancar tanpa insiden.
“Yang penting aman. Kalau aman, penonton nyaman, kita pun ikut tenang jualan,” ucap Yayan, pedagang minuman ringan.
Efek Multiplier bagi Ekonomi Lokal
Menurut pengamat ekonomi olahraga, laga besar seperti Persib vs Persebaya tidak hanya berdampak pada penjualan pedagang kecil, tetapi juga sektor transportasi, parkir, hingga hotel di sekitar Bandung. Kehadiran suporter dari luar kota menambah perputaran uang yang signifikan di daerah.
Menanti Pertandingan Seru
Pertandingan Persib melawan Persebaya diprediksi akan berlangsung sengit, mengingat kedua tim sama-sama punya basis pendukung besar. Sementara bagi pedagang, laga ini menjadi momen untuk membuktikan bahwa sepak bola tidak hanya soal rivalitas di lapangan, tetapi juga penggerak roda ekonomi masyarakat kecil.
