Jakarta, HarianJabar.com – Association of Southeast Asian Nations atau ASEAN resmi berdiri pada 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Lahirnya organisasi regional ini berawal dari inisiatif lima negara di Asia Tenggara yang ingin membangun kerja sama erat dalam bidang politik, ekonomi, dan keamanan.
Kelima negara pendiri ASEAN adalah Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Masing-masing negara diwakili oleh Menteri Luar Negeri mereka, yang kelak dikenang sebagai The Founding Fathers of ASEAN.
Mereka adalah Adam Malik (Indonesia), Narciso Ramos (Filipina), Tun Abdul Razak (Malaysia), Sinnathamby Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khoman (Thailand).

Berikut profil singkat kelima tokoh penting tersebut:
1. Adam Malik (Indonesia)
Adam Malik, Menteri Luar Negeri Indonesia ke-11, menjadi wakil Indonesia pada pembentukan ASEAN. Sebelum berkiprah di diplomasi, Adam Malik dikenal sebagai jurnalis dan pejuang pergerakan kemerdekaan.
Kemampuannya dalam berkomunikasi dan bernegosiasi membuatnya dipercaya memimpin perundingan penting di level internasional. Kariernya terus menanjak setelah era ASEAN, mulai dari Ketua DPR, Ketua MPR, hingga Wakil Presiden Indonesia ke-3 (1978–1983). Ia juga pernah menjabat sebagai Presiden Majelis Umum PBB.
2. Narciso Ramos (Filipina)
Narciso Ramos adalah Menteri Luar Negeri Filipina pada masa Presiden Ferdinand Marcos. Latar belakangnya sebagai jurnalis, pengacara, dan diplomat memberinya bekal kuat dalam merumuskan kerja sama regional.
Ia juga sempat duduk di parlemen Filipina selama lima periode. Dedikasi Ramos menjadikannya salah satu tokoh penting yang memastikan Filipina aktif dalam pembangunan kerja sama kawasan Asia Tenggara.

3. Tun Abdul Razak (Malaysia)
Tun Abdul Razak mewakili Malaysia dalam penandatanganan Deklarasi Bangkok. Saat itu, ia menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri. Pada 1970, ia naik menjadi Perdana Menteri kedua Malaysia.
Tun Abdul Razak dikenal sebagai “Bapak Pembangunan” Malaysia. Ia meluncurkan Dasar Ekonomi Baru untuk mengurangi kesenjangan sosial dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Pandangan visionernya juga berpengaruh dalam merumuskan agenda ekonomi ASEAN di masa awal berdiri.
4. Sinnathamby Rajaratnam (Singapura)
Sinnathamby Rajaratnam adalah Menteri Luar Negeri Singapura di era Perdana Menteri Lee Kuan Yew. Karier politiknya panjang, mulai dari Menteri Perburuhan, Wakil Perdana Menteri, hingga Menteri Senior.
Sebagai diplomat, Rajaratnam dikenal gigih memperjuangkan posisi Singapura sebagai negara kecil yang baru merdeka agar mendapat tempat setara dalam hubungan internasional. Perannya dalam ASEAN memperkuat posisi Singapura di kawasan.
5. Thanat Khoman (Thailand)
Thanat Khoman menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Thailand saat ASEAN resmi dibentuk. Sebagai tuan rumah pertemuan bersejarah di Bangkok, Thanat Khoman berperan penting memfasilitasi kesepakatan yang melahirkan organisasi ini.
Setelah beberapa tahun, ia mengundurkan diri dari jabatan menteri dan melanjutkan kiprahnya di dunia politik. Kontribusinya dikenang sebagai salah satu arsitek diplomasi regional di Asia Tenggara.
Jejak Bersejarah
Lahirnya ASEAN melalui Deklarasi Bangkok 1967 menjadi tonggak penting dalam sejarah kawasan. Dari lima negara pendiri, kini ASEAN berkembang menjadi organisasi yang beranggotakan 10 negara, dengan Timor Leste sedang dalam proses keanggotaan.
Warisan para pendiri ASEAN bukan hanya sebatas organisasi, tetapi juga semangat persatuan, kerja sama, dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara yang terus relevan hingga saat ini.
