Bekasi, HarianJabar.com – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Jawa Barat kembali menunjukkan komitmen proaktifnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang hukum. Pada Jumat, 10 Oktober 2025, seluruh jajaran Analis Hukum Kanwil Kemenkum Jabar mengikuti forum virtual bertajuk “Nongki Santai (Ngobrol Kolaborasi Saling Tukar Ilmu)”, sebuah inisiatif mingguan yang bertujuan mendorong kolaborasi, berbagi pengalaman, dan pengembangan kompetensi praktis.
Kegiatan kali ini mengusung tema “Teknik dan Implementasi Advokasi Hukum Perkara Perdata dan TUN”. Forum ini diharapkan menjadi sarana efektif bagi Analis Hukum untuk memahami secara mendalam prosedur advokasi, strategi pembuktian, hingga penyusunan jawaban gugatan yang sesuai dengan kaidah hukum dan regulasi yang berlaku.
Narasumber utama, Fitra Kadarina S.H., M.H., Ketua Tim Kerja Advokasi Badan Usaha pada Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU), memberikan materi komprehensif mengenai tahapan persidangan, teknik penyusunan jawaban gugatan, serta strategi pembuktian yang menekankan keseimbangan antara aspek formil dan substansi perkara. Fitra menekankan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah, terutama di tengah tantangan efisiensi anggaran tahun 2025, agar Analis Hukum dapat berperan maksimal dalam advokasi pemerintah.

Kegiatan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Analis Hukum Kanwil Jabar untuk langsung dilibatkan menangani Perkara Nomor 26/Pdt/G/2025/PN Sbr di Pengadilan Negeri Sumber, Kabupaten Cirebon, sebagai bagian dari praktik lapangan. “Pengalaman langsung ini sangat penting agar para Analis Hukum memahami kompleksitas kasus nyata sekaligus meningkatkan kualitas advokasi di tingkat wilayah,” ujar Fitra.
Acara dibuka oleh Wakil Ketua Tim Kerja Analisis dan Evaluasi Hukum Kanwil Jabar, Zaki Fauzi Ridwan, yang menekankan bahwa forum semacam ini tidak hanya sebagai wadah pembelajaran teori, tetapi juga praktik berbasis kasus nyata. Diskusi interaktif dan berbagi pengalaman dari tim advokasi Ditjen AHU semakin memperkaya wawasan peserta, sehingga mereka siap menghadapi tantangan dalam menangani kasus perdata dan TUN.
Melalui inisiatif ini, Kemenkum Jabar menegaskan komitmennya untuk membangun Analis Hukum yang profesional, kompeten, dan adaptif. Forum “Nongki Santai” menjadi bukti nyata bahwa pengembangan sumber daya manusia di sektor hukum tidak hanya fokus pada pengetahuan formal, tetapi juga kemampuan praktik dan kolaborasi lintas wilayah.
Dengan pendekatan edukatif dan kolaboratif ini, diharapkan Analis Hukum Kanwil Kemenkum Jabar tidak hanya mampu memberikan advokasi yang tepat dan akurat, tetapi juga memperkuat kredibilitas pemerintah dalam menangani kasus hukum di masyarakat.
