Bekasi, HarianJabar.com – Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Baba, memberikan masukan penting terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah. Ia menekankan agar program ini tidak dijalankan terburu-buru dan memperhatikan kesiapan setiap wilayah.
Berdasarkan pantauan Baba, banyak persoalan terkait program MBG muncul di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Barat. Hal ini menjadi pelajaran penting bagi daerah lain agar masalah serupa tidak terjadi di Kaltim.
“Di Kaltim sendiri, belum semua kabupaten dan kota melaksanakan program ini. Karena itu, kita berharap hal serupa tidak terjadi di sini,” ujar Baba, Minggu (12/10/2025).
Tantangan Teknis dan Pengelolaan Dapur
Politisi PDI Perjuangan ini menyoroti bahwa salah satu kendala utama MBG adalah pengalaman pengelola dapur yang masih minim. Banyak pelaksana program baru dan belum memahami sepenuhnya teknis penyajian makanan yang aman dan berkualitas.

Baba mencontohkan, “Nasi yang baru matang langsung ditutup rapat bisa menimbulkan uap yang mempercepat basi. Hal-hal teknis seperti ini harus diperhatikan agar makanan tetap layak dikonsumsi.”
Menurutnya, perhatian terhadap prosedur higienis dan kualitas makanan menjadi kunci agar program MBG dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat nyata bagi anak-anak sekolah.
Apresiasi Pelaksanaan di Kukar
Meski menghadapi tantangan, Baba turut mengapresiasi beberapa dapur MBG yang telah menunjukkan kinerja baik. Salah satunya berada di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yang berhasil menjalankan program dengan tertib dan memperhatikan kualitas makanan.
Baba berharap keberhasilan ini dapat menjadi contoh bagi kabupaten dan kota lain di Kaltim dalam mengimplementasikan program MBG.
