Bekasi, HarianJabar.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) tengah menyiapkan rencana besar pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di seluruh wilayah Jawa Barat, termasuk di empat kawasan aglomerasi utama.
Proyek ini akan melibatkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai mitra strategis dalam pembiayaan dan pengelolaan.
Empat kawasan aglomerasi yang menjadi prioritas meliputi:
- Kota dan Kabupaten Bogor,
- Kabupaten Bogor – Kota Depok,
- Kota Bekasi – Kabupaten Bekasi, serta
- Purwakarta – Karawang – Subang – Kota Bandung – Cimahi – Cianjur – Sukabumi – Kabupaten Bandung.
Dorong Energi Bersih dan Atasi Masalah Sampah
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, pembahasan proyek PLTSa kini tengah berjalan intensif. Selain membahas aspek investasi dan teknologi, Pemprov juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah di TPA Sarimukti, yang hingga kini masih menjadi tantangan utama wilayah Bandung Raya.
“Seluruh wilayah itu diharapkan bisa selesai seluruh persiapannya. Hari ini sedang dipersiapkan untuk Sarimukti,” ujar Dedi, dikutip Minggu (12/10/2025).
Dedi menambahkan, kehadiran PLTSa diharapkan menjadi solusi permanen pengelolaan sampah perkotaan, sekaligus memperkuat transisi energi bersih di Jawa Barat. “Kalau ini berhasil, bukan hanya mengurangi tumpukan sampah, tapi juga menghasilkan energi listrik yang ramah lingkungan,” tambahnya.
Baca Juga:
gempa 26 guncang sukabumi pagi ini
Target Pembangunan Dimulai 2027
Menurut Dedi, Danantara akan menjadi pihak yang mengelola investasi dan pelaksanaan proyek PLTSa tersebut.
Rencananya, pembangunan fisik ditargetkan dimulai pada tahun 2027, meski Pemprov Jabar berupaya mempercepat proses agar bisa dimulai lebih awal.
“Itu paling lama, ya. Mudah-mudahan bisa tercapai dalam waktu 1,5 tahun atau 1,6 tahun,” kata Dedi optimistis.
Proyek ini diproyeksikan menjadi salah satu langkah konkret Jabar dalam mendukung program nasional pengurangan emisi karbon, sekaligus menjawab kebutuhan pengelolaan sampah yang berkelanjutan di wilayah perkotaan.
TPA Sarimukti Masih Jadi Fokus Penanganan
Sementara itu, masalah TPA Sarimukti masih menjadi perhatian serius Pemprov Jabar. Lokasi pembuangan utama bagi wilayah Bandung, Cimahi, dan sekitarnya ini telah mengalami overload, sehingga perlu penanganan cepat sebelum PLTSa beroperasi penuh.

Dedi menyebut, pembahasan dengan sejumlah pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota dan investor swasta, terus dilakukan untuk memastikan Sarimukti tetap berfungsi hingga solusi PLTSa terealisasi.
“Kita ingin memastikan Sarimukti tetap bisa beroperasi dengan aman sambil menunggu pembangunan PLTSa rampung,” ujarnya.
Langkah Strategis Jawa Barat Menuju Energi Hijau
Pembangunan PLTSa merupakan bagian dari strategi Jawa Barat menuju provinsi rendah emisi dan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Selain menekan timbunan sampah, proyek ini akan menciptakan nilai tambah melalui produksi energi listrik dari limbah rumah tangga.
Dinas Lingkungan Hidup Jabar menilai proyek ini akan menjadi pilot project yang dapat direplikasi di daerah lain, terutama kawasan padat penduduk yang memiliki volume sampah tinggi.
“PLTSa ini bukan hanya soal teknologi, tapi perubahan paradigma: dari sampah menjadi energi,” ujar seorang pejabat DLH Jabar.
Dengan target pembangunan dimulai pada 2027, proyek PLTSa Jawa Barat menjadi salah satu tonggak penting dalam mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan dan kemandirian energi daerah. Pemerintah Provinsi berharap kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, investor, dan masyarakat dapat mempercepat terwujudnya Jawa Barat yang bersih, hijau, dan berdaya energi mandiri.
