Bekasi, HarianJabar.com – Ketua Komisi III DPRD Gorontalo Utara, Dheninda Chaerunnisa, memberikan klarifikasi terkait dugaan gestur ‘ngenyek’ terhadap demonstran di halaman kantor DPRD pada aksi damai yang digelar Senin (13/10/2025).
“Jadi sebenarnya di video itu saya bukan bermaksud mencibir orator, tetapi saya sedang berkomunikasi melalui ekspresi wajah dengan karyawan orang tua saya yang sempat hadir pada saat itu, karena memberikan gestur jempol kepada saya,” ujar Dheninda di Gorontalo, Rabu (15/10/2025).
Dia menjelaskan bahwa orang yang dikenal olehnya memberikan tanda bahwa karyawan dari usaha orang tuanya berada di lokasi untuk memberikan dukungan moril.
Walaupun demikian, Dheninda tetap meminta maaf kepada masyarakat dan berjanji memperbaiki diri ke depannya.

Demonstrasi tersebut dilakukan oleh sekelompok massa dari Aliansi Masyarakat Peduli Gorontalo Utara, yang menyampaikan sejumlah tuntutan agar ditindaklanjuti oleh DPRD. Salah satu isu yang mencuat adalah dugaan adanya calo dalam perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, yang menjadi perhatian Dheninda sebagai Ketua Komisi III.
Baca Juga:
dpr serap masukan mahasiswa soal kuhap
Dheninda menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas dugaan calo tersebut. “Saya berkomitmen mengusut tuntas dugaan calo dalam rekrutmen PPPK paruh waktu ini. Siapa pelakunya. Saya pun menegaskan tidak pernah menuduh calo adalah aktivis. Saya harap tidak ada lagi yang memelintir pernyataan saya,” ujarnya.
Langkah ini diharapkan bisa memberikan kejelasan sekaligus menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam perekrutan PPPK di Gorontalo Utara, serta memperkuat komunikasi antara DPRD dan masyarakat yang menyampaikan aspirasi melalui aksi damai.
