Bandung, HarianJabar.com – Pemerintah Kabupaten Bandung terus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai upaya memperkuat kemandirian fiskal. Salah satu strategi yang kini dikebut adalah optimalisasi penerimaan dari sektor pajak reklame dan pajak hotel.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menegaskan bahwa potensi pajak dari dua sektor tersebut masih sangat besar, namun belum tergarap secara maksimal. Dalam berbagai kesempatan, ia meminta jajarannya untuk melakukan langkah konkret dan terukur guna meningkatkan penerimaan daerah.
Reklame Liar dan Tidak Berizin Jadi Sorotan
Bupati Dadang menyebut banyaknya reklame liar yang berdiri tanpa izin resmi membuat potensi pajak reklame bocor. Untuk itu, Pemkab Bandung akan melakukan penertiban secara masif.
“Kita tidak melarang orang pasang reklame. Silakan saja, tapi harus taat aturan dan bayar pajaknya. Jangan seenaknya pasang tanpa izin,”
— Bupati Bandung, Dadang Supriatna
Satpol PP dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bandung akan melakukan pendataan ulang titik reklame dan menindak reklame yang tidak memiliki izin serta menunggak pajak.
Pajak Hotel dan Wisata Ditargetkan Naik
Selain reklame, sektor perhotelan dan pariwisata juga menjadi sasaran peningkatan PAD. Dengan geliat wisata di wilayah seperti Ciwidey, Pangalengan, dan Soreang, potensi penerimaan pajak dari hotel, penginapan, dan restoran dinilai besar.
Bapenda akan melakukan pengawasan dan pemutakhiran data hotel yang belum terdaftar sebagai wajib pajak daerah, serta memastikan pemilik usaha patuh melaporkan omzet secara transparan.

Penerapan Digitalisasi Pajak
Sebagai langkah modernisasi, Pemkab Bandung kini menerapkan digitalisasi pengelolaan pajak daerah, termasuk penggunaan Tapping Box di hotel, restoran, dan tempat hiburan. Ini untuk memastikan seluruh transaksi terekam dan meminimalisir kebocoran.
Target PAD Tahun 2026 Meningkat
Bupati Dadang menargetkan PAD Kabupaten Bandung tahun 2026 bisa meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, dengan kontribusi besar dari sektor reklame dan hotel.
“Kita kejar potensi riil yang ada. Kalau semua patuh dan sistemnya transparan, saya yakin PAD bisa tembus target,” ujarnya.
