Bekasi, HarianJabar.com – Setiap wisata ke Puncak, hampir semua keluarga pasti menyempatkan diri berkunjung ke Cimory, merek susu dan yogurt yang sudah lama menjadi ikon wisata di kawasan ini. Seiring waktu, Cimory tidak hanya dikenal lewat produknya, tetapi juga menghadirkan tempat rekreasi keluarga bernama Dairyland dengan konsep edukatif.
Di balik kesuksesan ini, perjalanan pendirinya, Bambang Sutantio, patut menjadi inspirasi. Lahir di Semarang pada 26 Desember 1958, Bambang bukan berasal dari keluarga pebisnis. Ia menempuh pendidikan di Technical University of Berlin, fokus di bidang Teknologi Pangan, yang menjadi modal penting untuk membangun bisnis di sektor makanan dan minuman.
Sebelum menjadi pengusaha sukses, Bambang bekerja sebagai sales engineer di Jakarta, menabung sebagai modal usaha. Pada 1993, ia mendirikan PT Macroprima Panganutama dengan modal awal Rp150 juta. Perusahaan yang memproduksi sosis halal merek Kanzler itu beroperasi dari garasi rumahnya dengan hanya satu karyawan. Berkat kegigihan, sosis buatannya laris di pasaran.
Kesuksesan awal mendorong Bambang terjun ke industri susu dengan mendirikan Cisarua Mountain Dairy (CMD) pada 2004 bersama rekan-rekannya. Modal awal sebesar Rp1,12 miliar disuntikkan Bambang, setara 60% kepemilikan saham, yang kemudian melahirkan merek Cimory.

Tidak hanya fokus pada keuntungan, Bambang menjalin kerja sama erat dengan peternak sapi perah di Cisarua, membeli susu mereka dengan harga 10% lebih tinggi dari pasar asalkan memenuhi standar kualitas. Strategi ini tidak hanya menjamin kualitas produk, tetapi juga berdampak sosial positif bagi komunitas peternak.
Seiring waktu, Cimory memperluas produk mulai dari susu segar, yogurt, hingga susu pasteurisasi, dan merambah industri pariwisata melalui Dairyland di Bawen, Puncak, dan Prigen, yang menghadirkan aktivitas edukatif dan hiburan bagi pengunjung.
Kesuksesan ini membuat Bambang Sutantio masuk jajaran orang terkaya Indonesia dengan kekayaan sekitar US$2 miliar (Rp33,17 triliun) menurut Forbes 2025. Mayoritas kekayaannya berasal dari bisnis Cimory Group, di mana ia memiliki 4,25 miliar lembar saham (54,56%) di PT Cisarua Mountain Dairy Tbk.
Anak Perusahaan Cimory Group:
- PT Java Egg Speciallities: Manufaktur produk telur.
- PT Macroprima Panganutama: Pengolahan dan pengalengan makanan.
- PT Macrosentra Niagaboga: Distributor produk.
Perjalanan Bambang Sutantio dari karyawan biasa menjadi pebisnis sukses menunjukkan bahwa kombinasi kerja keras, ilmu pengetahuan, dan kepedulian sosial dapat menghasilkan bisnis yang menguntungkan sekaligus berdampak positif bagi masyarakat.
