Indramayu, HarianJabar.com – Harapan baru muncul bagi para nelayan di pesisir Muara Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Pemerintah memastikan akan melakukan pengerukan sedimentasi di kawasan muara tersebut setelah penumpukan lumpur semakin parah dan menghambat aktivitas keluar-masuk kapal nelayan.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya memperlancar jalur pelayaran nelayan serta meningkatkan produktivitas ekonomi pesisir. Program pengerukan akan diawali dengan tahap sosialisasi kepada masyarakat nelayan, guna memastikan proses berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Sebelum pelaksanaan di lapangan, kami lakukan sosialisasi agar masyarakat memahami manfaat dan tahapan pengerukan. Dengan begitu, tidak ada miskomunikasi di kemudian hari,” ujar salah satu pejabat pelaksana program saat dikonfirmasi, Rabu (29/10/2025).

Sedimentasi Hambat Aktivitas Nelayan
Dalam beberapa tahun terakhir, Muara Dadap mengalami penumpukan sedimen akibat faktor alam dan aliran sungai yang membawa material lumpur ke muara. Akibatnya, banyak kapal nelayan kesulitan keluar untuk melaut, terutama saat air laut surut.
Beberapa nelayan bahkan harus menunggu air pasang atau mengeluarkan biaya tambahan untuk menarik kapal menggunakan perahu kecil. Kondisi ini tentu berdampak pada hasil tangkapan dan pendapatan nelayan.
“Kalau air lagi surut, kapal kami tidak bisa lewat. Harus ditarik ramai-ramai, capek dan butuh waktu lama,” keluh Sandi (41), salah satu nelayan Muara Dadap.
Pemerintah Janjikan Solusi Berkelanjutan
Pemerintah daerah menyebut pengerukan ini bukan hanya bersifat sementara, tetapi menjadi bagian dari program revitalisasi kawasan pesisir. Diharapkan, setelah pengerukan selesai, jalur pelayaran nelayan menjadi lancar dan aktivitas ekonomi di sekitar muara meningkat.
“Kami ingin solusi yang berkelanjutan. Setelah pengerukan, akan ada pengawasan dan perawatan rutin agar sedimentasi tidak menumpuk kembali,” kata pejabat Dinas Kelautan dan Perikanan Indramayu.
Selain itu, program ini juga diharapkan mampu membuka peluang kerja bagi warga sekitar selama proses pengerjaan berlangsung.
