Sukabumi, HarianJabar.com – Suasana duka menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Sukabumi. Seorang siswi madrasah tsanawiyah (MTs) kelas 8 ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tragis di rumahnya. Kejadian ini menyisakan luka mendalam bagi pihak keluarga, teman, dan sekolah tempat almarhumah menimba ilmu.
Kepala sekolah, Wawan Setiawan, membenarkan bahwa korban merupakan siswi aktif di sekolahnya.
“Betul, almarhumah adalah siswa kami kelas 8. Pertama-tama, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga,” ujar Wawan saat ditemui awak media di kantornya, Rabu (29/10/2025).
Menurut Wawan, pihak sekolah sangat terkejut mendengar kabar tersebut. Ia mengatakan, almarhumah dikenal sebagai murid yang pendiam, sopan, dan memiliki catatan akademik yang cukup baik.
“Kami tidak menyangka hal seperti ini bisa terjadi. Saat ini, kami sedang berkoordinasi dengan pihak keluarga dan tenaga pendidik lain untuk memberikan dukungan psikologis kepada siswa-siswi yang terdampak,” tambahnya.

Tinggalkan Surat Penuh Rasa Pilu
Sebelum peristiwa itu terjadi, almarhumah disebut meninggalkan selembar surat yang berisi curahan hati dan permohonan maaf kepada keluarga serta teman-temannya. Surat tersebut kini menjadi bahan penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tragis ini.
Pihak kepolisian Sukabumi memastikan akan menangani kasus ini dengan hati-hati dan berfokus pada pendekatan kemanusiaan.
Pentingnya Dukungan Kesehatan Mental Remaja
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pendampingan emosional bagi pelajar, terutama di masa remaja yang rentan terhadap tekanan akademik dan sosial.
Psikolog anak dan remaja menyarankan agar sekolah serta orang tua lebih terbuka dalam membangun komunikasi dua arah dengan siswa, serta menumbuhkan lingkungan yang aman dan suportif.
“Remaja kadang tidak butuh solusi cepat, mereka hanya ingin didengar,” ujar salah satu konselor pendidikan di Sukabumi.
