Jakarta, HarianJabar.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis pagi menguat seiring keputusan The Fed memangkas suku bunga acuan. IHSG dibuka naik 10,14 poin (0,12 persen) ke posisi 8.176,36, sementara Indeks LQ45 naik 1,21 poin (0,14 persen) ke level 837,93.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai IHSG berpotensi mencoba menembus level 8.180. “Namun jika gagal break level tersebut, IHSG bisa kembali koreksi karena pemangkasan 25 bps oleh The Fed sudah inline, tapi masih banyak ketidakpastian untuk langkah cut rate berikutnya,” ujarnya dalam kajian di Jakarta.

Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps pada pertemuan Oktober 2025, sesuai ekspektasi pasar, serta mengumumkan rencana pembelian terbatas surat utang pemerintah AS.
Ketua The Fed, Jerome Powell, menyatakan peluang pemangkasan suku bunga lanjutan pada Desember 2025 belum pasti, yang membuat peluang cut rate pada bulan tersebut turun menjadi 71 persen, dari sebelumnya 90 persen.
Kinerja Pasar Modal Indonesia
Dari dalam negeri, data per 24 Oktober 2025 menunjukkan pasar modal Indonesia terus tumbuh:
- Kapitalisasi pasar naik 23 persen year to date (ytd) menjadi Rp15.234 triliun.
- Rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) naik 28 persen yoy menjadi Rp16,46 triliun.
- Jumlah investor pasar modal mencapai 19,1 juta orang.
Fanny menambahkan, pertumbuhan pasar modal ini mencerminkan minat investor yang meningkat, meski volatilitas global masih perlu diwaspadai.
