Garut, HarianJabar.com — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Memo Hermawan, menegaskan pemerintah daerah harus menyiapkan tata ruang yang mendukung operasional Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci). Langkah ini penting agar investor memperoleh kepastian hukum sebelum menanamkan modal.
“Apakah Kabupaten Garut sudah membuat tata ruang kawasan tersebut karena investor harus ada kepastian hukumnya, tidak mau ada masalah,” kata Memo saat dihubungi wartawan melalui telepon seluler di Garut, Rabu.
Progres Pembangunan Tol Getaci
Memo menyampaikan, DPRD Provinsi Jabar terus memantau tahapan pembangunan tol yang menjadi proyek nasional ini. Saat ini, progres pembangunan di wilayah Garut masih berada pada tahap pembebasan lahan masyarakat yang dilintasi jalur Tol Getaci.
“Progres baru pembebasan tanah sampai Garut,” ujar mantan Bupati Garut periode 2008-2009 itu.

Dampak Positif Pembangunan Tol
Memo menekankan dukungannya terhadap proyek ini, baik secara pribadi maupun lembaga, karena tol menghubungkan Bandung dengan Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar, yang berpotensi mempercepat pembangunan di wilayah Priangan Timur.
Beberapa dampak positif yang diharapkan antara lain:
- Percepatan mobilisasi orang dan barang, termasuk pengiriman produk pertanian dan UMKM ke pasar besar seperti Jakarta.
- Pertumbuhan industri baru di sekitar gerbang tol, membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
- Pengembangan ekonomi regional, meningkatkan perekonomian di Priangan Timur secara luas.
Dampak Negatif yang Perlu Diantisipasi
Meski positif, Memo mengingatkan pemerintah juga perlu mempertimbangkan dampak negatif. Misalnya, jalur lama seperti daerah Limbangan-Malangbing kemungkinan akan sepi dari kendaraan, yang berdampak pada rumah makan, restoran, dan usaha lokal lainnya.
“Ini perlu perhatian agar tidak menimbulkan masalah sosial dan ekonomi baru bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada lalu lintas jalan lama,” tuturnya.
