Jakarta, HarianJabar.com — Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, menilai Gen Z dan milenial saat ini menjadi motor baru pertumbuhan pariwisata dunia. Pernyataan ini disampaikannya dalam gelaran Indonesia Tourism Outlook (ITO) 2026 di Jakarta, Kamis (30/10/2025).
“Gen Z dan milenial kini menjadi motor baru pertumbuhan pariwisata dunia dengan minat wisata paling tinggi. Karena itu, kita perlu menghadirkan pengalaman yang sesuai dengan preferensi mereka,” ucap Widiyanti.
Perbedaan Pola Wisata Generasi Muda
Widiyanti memaparkan ada dua hal utama yang membedakan pola berwisata Gen Z dan milenial dibandingkan generasi sebelumnya. Pertama, cara mereka mencari informasi; kedua, motivasi berwisata.
Dari sisi pencarian informasi, Gen Z & milenial cenderung memanfaatkan media sosial, menonton konten kreator perjalanan, hingga menggunakan generatif AI untuk merencanakan liburan.
Sementara dari sisi motivasi, mereka lebih mementingkan pengalaman (experience) dan storytelling dari pengalaman tersebut. “Sekitar 52 persen Gen Z rela mengeluarkan uang lebih untuk pengalaman berwisata dibanding generasi sebelumnya,” ungkap Menpar.

Peluang Promosi Pariwisata Digital
Perubahan ini membuka peluang besar bagi promosi pariwisata Indonesia dengan pendekatan digital berbasis pengalaman. Contohnya, Pacu Jalur yang masuk agenda Karisma Event Nusantara (KEN) 2025, berhasil viral di media sosial dengan puluhan juta impresi dan menarik 1,6 juta pengunjung.
Widiyanti menekankan, pendekatan digital yang terarah dan personal memungkinkan Indonesia menjangkau pasar global lebih efisien.
Destinasi Detour Kini Diminati
Selain perubahan demografi, Menpar juga menyoroti tren baru di destinasi wisata. Destinasi yang sebelumnya hanya detour atau sekadar pelengkap kini semakin diminati generasi muda karena mereka mencari pengalaman autentik.
“Destinasi yang sebelumnya bukan top of mind kini menjadi semakin diminati, sesuai pola generasi muda yang mengutamakan pengalaman,” pungkas Widiyanti.
