Bekasi, HarianJabar.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan Indonesia akan segera memulai negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) untuk mendapatkan tarif nol persen pada komoditas tertentu. Negosiasi ini akan dilakukan bersamaan dengan digelarnya Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (KTT APEC) di Korea Selatan, November mendatang.
“Indonesia ditargetkan dalam bulan November ini sesudah APEC meeting besok, kita akan memulai negosiasi kembali,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (30/10/2025).
Beberapa negara Asia Tenggara, seperti Kamboja, Vietnam, Thailand, dan Malaysia, telah mendapatkan penurunan tarif pada beberapa komoditas di sela-sela KTT ASEAN yang berlangsung di Malaysia. Airlangga memastikan Indonesia juga mendapat kesempatan yang sama.

Komoditas yang berpotensi mendapat tarif nol persen antara lain kelapa sawit, kakao, dan karet. Selain itu, Airlangga menyebut negosiasi juga mencakup komoditas yang menjadi bagian dari rantai pasok industri medis.
“Nol persen, hampir sama seperti Malaysia dan yang lain. Sudah kita bicara untuk produk yang Amerika tak bisa produksi, seperti sawit, kakao, rubber, itu seluruhnya diberikan 0 persen. Kita minta juga untuk komoditas tertentu yang jadi supply chain di industri medical,” katanya.
Airlangga menambahkan Indonesia masih menunggu giliran untuk bernegosiasi, karena beberapa negara di ASEAN, Korea Selatan, Jepang, dan China tengah secara bergantian melakukan pembahasan terkait penurunan tarif.
“Kemarin beberapa negara termasuk Malaysia, kemudian juga Kamboja. Hari ini Korea Selatan, Jepang. Kita juga menunggu, besok mungkin dalam waktu dekat China. Jadi sebagian besar sih kita sudah juga selesaikan, namun masih ada legal drafting yang sedang dibahas dengan mereka,” tandas Airlangga.
Dengan negosiasi ini, pemerintah berharap Indonesia dapat meningkatkan daya saing komoditas strategis di pasar internasional dan memperluas akses perdagangan ke Amerika Serikat, sekaligus mendukung pertumbuhan ekspor nasional.
