Bekasi, HarianJabar.com – Suasana politik di Kota New York memanas pasca kemenangan Zohran Mamdani, sosialis demokrat, dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) 2025. Kemenangan ini memicu reaksi keras dari miliarder John Catsimatidis, taipan supermarket yang pernah mencalonkan diri sebagai wali kota dari Partai Republik pada 2013.
Catsimatidis mengaku khawatir dengan rencana Mamdani yang ingin membangun toko milik pemerintah tanpa pajak dan sewa, bekerja sama dengan petani dan pelaku usaha kecil untuk menjual produk dengan harga grosir. Menurut Catsimatidis, toko nirlaba ini akan menggerus margin keuntungan bisnisnya, berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi ribuan pekerjanya.
“Banyak pengusaha kini mengurangi keterlibatan mereka di New York City. Kami tak lagi memiliki margin keuntungan,” ujar Catsimatidis kepada Forbes. Ia menegaskan, jika toko milik pemerintah berjalan, ia tidak punya pilihan selain memangkas jumlah karyawan.

Protes Catsimatidis terhadap Mamdani sudah terdengar sejak pengumuman rencana toko grosir murah. Ia bahkan mengadakan konferensi pers bersama pemilik bodega, mengancam menutup lebih dari 30 tokonya jika sosialis tersebut menang. Dukungan atas protesnya datang dari Presiden AS Donald Trump, yang menekankan bahwa toko-toko Catsimatidis harus tetap dikelola secara privat.
Kini, dengan Mamdani resmi menang, benturan ideologi antara kapitalisme tradisional New York yang diwakili Catsimatidis dan sosialisme yang mengedepankan pengurangan biaya hidup warga memasuki babak baru. Ancaman eksodus bisnis ke New Jersey menjadi sorotan utama bagi masa depan ekonomi kota metropolitan ini.
Perdebatan ini diprediksi akan memengaruhi kebijakan ekonomi, harga pangan, dan dinamika bisnis di kota terbesar di AS, sembari menyoroti ketegangan antara kepentingan pengusaha besar dan kesejahteraan publik.
