Bekasi, HarianJabar.com — PT Indonesia Benxing New Material, perusahaan produsen bahan kimia Methyltin Mercaptide (PVC Heat Stabilizer) yang berlokasi di Kawasan Industri Wijaya Kusuma, Semarang, resmi memperoleh fasilitas fiskal kawasan berikat dari Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY.
Fasilitas ini diyakini akan meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di pasar ekspor. Dengan investasi awal senilai Rp50 miliar, Benxing New Material berkomitmen menjadi bagian penting dalam pengembangan industri kimia berorientasi ekspor di Indonesia.
Perluas Jangkauan Ekspor ke AS dan India
Produk utama perusahaan digunakan sebagai penstabil panas pada proses pembuatan plastik PVC, dan kini telah menembus pasar Amerika Serikat dan India. Keberhasilan ini tak hanya memperluas pasar ekspor, tetapi juga memperkuat rantai pasok industri kimia nasional.
Direktur PT Indonesia Benxing New Material, Cheng Pu, menyambut positif dukungan pemerintah melalui fasilitas tersebut.
“Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah melalui pemberian fasilitas ini. Dengan kemudahan yang diberikan, kami dapat mengoptimalkan proses produksi dan memperluas jangkauan ekspor ke berbagai negara,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).
Kontribusi Nyata bagi Devisa dan Lapangan Kerja
Berdasarkan proyeksi perusahaan, pemberian fasilitas kawasan berikat akan berdampak langsung pada peningkatan devisa ekspor dan serapan tenaga kerja.
- Tahun 2025, devisa ekspor diperkirakan mencapai Rp42,35 juta.
- Pada 2029, nilainya melonjak hingga Rp308,86 juta.

Sementara itu, jumlah tenaga kerja meningkat dari 57 orang pada 2025 menjadi 91 orang pada 2029, menandakan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.
Bea Cukai: Dorong Investasi dan Efisiensi Industri
Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas Kanwil Bea Cukai Jateng-DIY, R. Megah Andiarto, menjelaskan bahwa kebijakan kawasan berikat menjadi strategi penting untuk menarik investasi dan meningkatkan ekspor nasional.
“Fasilitas kawasan berikat memungkinkan perusahaan menyimpan, mengolah, atau menggabungkan barang impor dan lokal sebelum diekspor kembali dengan kemudahan fiskal, seperti pembebasan bea masuk serta tidak dikenakan PPN dan PPnBM,” terangnya.
Ia menambahkan, kemudahan tersebut memberikan ruang inovasi bagi pelaku industri agar dapat berproduksi dengan biaya lebih efisien dan kompetitif.
Dampak Ekonomi Lokal
Kehadiran PT Indonesia Benxing New Material juga memberikan efek berganda bagi perekonomian di sekitar kawasan industri. Aktivitas produksi perusahaan turut menggerakkan sektor usaha kecil seperti toko kelontong, rumah makan, hingga jasa akomodasi yang mendukung operasional para pekerja.
Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha melalui Bea Cukai ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak daya saing industri nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai basis manufaktur kimia berorientasi ekspor di Asia Tenggara.
