Jakarta, HarianJabar.com — Pendiri Grup Mayapada, Dato’ Sri Tahir, mengungkapkan bahwa dirinya merupakan seorang simpatisan Presiden Prabowo Subianto.
Namun, ia menegaskan simpati tersebut bukan karena alasan politik, melainkan karena menilai Prabowo memiliki komitmen kuat untuk mengurangi kemiskinan dan memperbaiki kesejahteraan rakyat kecil.
“Saya adalah simpatisan Bapak Presiden Prabowo. Kenapa? Saya kasih alasan, bukan politik simpatisan tetapi saya simpati kepada beliau. Beliau begitu menjadi Presiden, dari bahasa tubuhnya terlihat bahwa beliau ingin kemiskinan ini harus diperbaiki. Maka itu beliau menghapus utang-utang rakyat kecil,” ujar Tahir dalam Podcast Inilah Jurnalisik, dikutip di Jakarta, Kamis (11/11/2025).
Apresiasi terhadap Efisiensi Anggaran
Dato Sri Tahir juga menyoroti kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Presiden Prabowo. Ia menilai langkah tersebut sebagai upaya penting untuk memperbaiki kebiasaan penggunaan anggaran yang tidak efisien di berbagai sektor pemerintahan.
“Masalahnya, sekelompok orang yang sudah menjadi habit kaget kok dikurangi ini. Menurut saya lucu melihatnya, karena saya juga orang ekonomi, S3 dari UGM. Beliau mengefisienkan semua anggaran ini penting,” jelas Tahir.
Ia menyebut kebijakan efisiensi bukan sekadar pemotongan anggaran, melainkan perubahan paradigma pengelolaan keuangan negara agar lebih tepat sasaran dan berorientasi pada hasil nyata.

Dukung Program Rumah Murah dan Sekolah Rakyat
Lebih lanjut, Dato Sri Tahir menilai kebijakan Presiden Prabowo untuk membangun tiga juta rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah merupakan langkah yang realistis dan harus didukung publik.
“Kebijakan ini bukan hal yang tidak bisa dilakukan. Dalam perjuangan menuju hidup yang lebih baik tentu ada tantangan, itu wajar,” ujarnya.
Ia juga memuji gagasan Sekolah Rakyat dan program makan siang gratis, yang menurutnya menunjukkan keberpihakan pemerintah pada generasi muda.
“Kalau ada ekses negatif, itu normal. Dalam perjuangan luar biasa seperti ini pasti banyak tantangan. Kita harus mendukung untuk meng-handle semua itu,” tambahnya.
Dato Sri Tahir juga menilai langkah pemerintah memperbaiki sektor kelapa sawit dan tambang yang masih banyak pelanggaran sebagai kebijakan penting untuk menciptakan tata kelola ekonomi yang lebih sehat.
Soeharto Disebut Bangun Fondasi Ekonomi Nasional
Dalam kesempatan yang sama, Tahir menyinggung kiprah para presiden Indonesia dari masa ke masa. Menurutnya, setiap pemimpin memiliki misi dan kelebihan sesuai dengan tantangan zamannya.
Ia mencontohkan Presiden Soeharto, yang dianggap berhasil membangun fondasi ekonomi nasional pada era 1970-an.
“Pak Harto telah membangun fondasi ekonomi yang luar biasa. Waktu itu inflasi dari 600 persen diturunkan menjadi 2 persen. Itu prestasi luar biasa. Beliau membangun stabilitas ekonomi hingga 20–30 tahun, dan fondasi itu yang kita nikmati sekarang,” terang Tahir.
Tahir juga menekankan bahwa perjuangan bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan yang diperoleh melalui pengorbanan panjang turut memengaruhi waktu dan proses pembangunan ekonomi nasional.
