Bekasi, HarianJabar.com – Aktris Amanda Manopo mengungkapkan banyak pelajaran berharga yang ia dapatkan selama proses syuting film horor terbarunya, “Dusun Mayit”, yang mengambil lokasi di Gunung Welirang, Jawa Timur. Pengalaman melewati jalur ekstrem dalam kondisi gelap memberikan pemahaman baru bagi Amanda mengenai pentingnya keselamatan selama pendakian.
“Yang penting jangan terburu-buru. Jalan santai, atur napas. Kalau maksa cepat, yang kalah itu napas dan heart rate,” ujar Amanda saat ditemui di Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Selama syuting, Amanda harus melewati beberapa jalur sempit yang langsung berbatasan dengan jurang. Situasi itu menuntutnya tetap fokus dan menjaga ritme gerak, meski tekanan fisik dan mental terasa semakin berat.
“Santai saja. Lama-lama juga sampai,” tambahnya.
Sebelum proses syuting dimulai, Amanda mempersiapkan fisik dengan rutin melakukan joging serta latihan berjalan kaki untuk menyesuaikan stamina di medan pegunungan. Persiapan tersebut membantunya menghadapi tantangan di lokasi syuting yang menuntut ketahanan tubuh.

Salah satu pengalaman yang paling menegangkan, menurut Amanda, terjadi ketika ia harus menuruni gunung saat waktu menjelang magrib. Minimnya cahaya membuat perjalanan pulang menjadi lebih berisiko dan menuntut kewaspadaan ekstra.
“Kalau turun pas magrib itu agak seram, karena enggak ada lampu,” tuturnya.
Tim produksi “Dusun Mayit” menggunakan jalur pendakian berbeda dari jalur umum. Jalur tersebut ternyata lebih sempit, terjal, dan menantang. Akibatnya, seluruh kru dan pemain harus lebih hati-hati serta memastikan setiap pijakan aman untuk menghindari risiko tergelincir.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Amanda bersyukur tidak mengalami cedera selama proses syuting. Ia menegaskan bahwa pendakian, baik untuk syuting maupun kegiatan pribadi, membutuhkan persiapan fisik matang dan perhatian penuh terhadap kondisi sekitar.
Film “Dusun Mayit” sendiri mengisahkan empat mahasiswa yang melakukan pendakian Gunung Welirang dan tanpa sadar memasuki sebuah desa misterius yang menuntut tumbal. Kisah tersebut membawa para tokoh ke dalam rangkaian teror dan misteri yang mencekam.
