Cianjur, HarianJabar.com – Pemerintah Kabupaten Cianjur bakal melakukan sejumlah langkah antisipasi menghadapi potensi bencana gempa bumi. Hal ini dilakukan karena Kota Santri dikepung oleh tujuh sesar aktif yang berpotensi memicu gempa.
Pada 2022 lalu, Cianjur diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,6 akibat aktivitas Sesar Cugenang, yang menyebabkan ratusan orang meninggal dunia dan kerusakan bangunan cukup luas.
Selain Sesar Cugenang, ada enam sesar aktif lain yang mengepung wilayah Cianjur, yaitu:
- Sesar Cimandiri
- Sesar Nyalindung-Cibeber
- Sesar Rajamandala
- Sesar Cirata
- Sesar Padalarang
- Sesar Lembang

Pemerintah Kabupaten Cianjur tengah menyiapkan langkah-langkah mitigasi, seperti:
- Peningkatan kapasitas posko bencana di tiap kecamatan.
- Sosialisasi dan simulasi gempa untuk warga.
- Pemetaan zona rawan bencana dan perkuatan bangunan kritis.
- Kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan lokal.
Bupati Cianjur, Herman Suherman, menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat:
“Kita harus sadar bahwa Cianjur berada di daerah rawan gempa. Persiapan, edukasi, dan mitigasi adalah kunci untuk meminimalisir risiko bencana di masa depan,” ujarnya.
Warga dihimbau selalu mengikuti informasi
