Bandung, HarianJabar.com – Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan komitmennya untuk memperbaiki penyaluran bantuan sosial (bansos) yang selama ini dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), saat meninjau penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) di Bandung, Jumat (28/11/2025).
Gus Ipul mengakui bahwa penyaluran bansos masih jauh dari sempurna, terbukti dari temuan sejumlah penerima yang dianggap tidak layak menerima bantuan.
“Kalau salah sasaran nanti kita perbaiki di penyaluran berikutnya. Jadi itu terus kita lakukan pemutakhiran secara konsisten, melibatkan partisipasi masyarakat. Kalau ini terus dilakukan, data kita akan terus akurat,” ujar Gus Ipul.

Upaya Perbaikan Penyaluran Bansos
Kemensos melakukan sejumlah langkah strategis agar bantuan sosial tepat sasaran, antara lain:
- Pemutakhiran Data Penerima – Melakukan verifikasi rutin agar bantuan diterima oleh yang berhak.
- Partisipasi Masyarakat – Mendorong masyarakat melaporkan apabila terdapat ketidaktepatan sasaran.
- Monitoring Lapangan – Peninjauan langsung ke lokasi penyaluran, termasuk BLTS.
- Evaluasi dan Perbaikan Berkala – Menyesuaikan mekanisme distribusi agar lebih transparan dan efektif.
BLTS di Bandung Menjadi Fokus Pemeriksaan
BLTS merupakan salah satu program bantuan tunai sementara bagi masyarakat terdampak ekonomi, terutama mereka yang belum menerima bantuan dari program lain. Dengan peninjauan langsung oleh Menteri Sosial, diharapkan akuntabilitas dan transparansi penyaluran bantuan meningkat, sekaligus menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.
“Kami ingin setiap rupiah bantuan sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan,” tambah Gus Ipul.
Kemensos menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki mekanisme penyaluran, sehingga program bantuan sosial menjadi lebih tepat guna dan efektif bagi masyarakat yang membutuhkan di seluruh Indonesia.
