Jakarta, HarianJabar.com – Kabar mengenai rencana mega-merger antara dua raksasa teknologi Asia Tenggara—PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dan Grab Holdings Ltd—kian menguat. Setelah sinyal restu muncul dari pemerintah, GoTo akhirnya memberikan respons resmi yang menunjukkan sikap terbuka, namun tetap menegaskan bahwa kesejahteraan mitra pengemudi adalah prioritas utama yang tidak dapat diganggu gugat.
Dalam Keterbukaan Informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (2/12/2025), Sekretaris Perusahaan GoTo, RA Koesoemohadiani, mengungkapkan bahwa saat ini belum ada perkembangan material baru yang bisa dipublikasikan. Meski demikian, ia menegaskan komitmen perusahaan untuk selalu selaras dengan program dan prioritas pemerintah Indonesia. Ia menekankan bahwa sebagai perusahaan nasional, GoTo memiliki tanggung jawab besar terhadap ekosistem digital dan ekonomi masyarakat.
Sinyal bahwa pembahasan merger sudah memasuki tahap yang sangat serius terlihat dari keterbukaan GoTo terhadap berbagai diskusi strategis. Ini termasuk kemungkinan pelibatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), lembaga investasi yang memiliki kedekatan erat dengan struktur kepentingan negara. Keterlibatan BPI Danantara dapat menjadi indikator kuat bahwa pemerintah ingin memastikan proses penggabungan berlangsung terarah, aman, dan sesuai kepentingan nasional jangka panjang.
Koesoemohadiani menegaskan bahwa apabila pembahasan telah mencapai level yang lebih matang, GoTo akan menjalankan semua proses sesuai peraturan dan tunduk pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Komitmen terhadap transparansi juga kembali ia tegaskan, memastikan bahwa seluruh informasi material akan diumumkan secara terbuka sesuai ketentuan pasar modal.
Sementara itu, dari lingkaran pemerintah, konfirmasi mengenai rencana penggabungan ini justru lebih dulu muncul dari Istana. Pada Minggu (9/11/2025), Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa memang ada rencana penggabungan dua decacorn tersebut. Namun, skema final—apakah bentuknya merger penuh atau akuisisi oleh salah satu pihak—masih dalam proses kajian mendalam. Prasetyo meminta publik bersabar sembari memastikan bahwa proses penggabungan perusahaan raksasa tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.
Ia juga mengonfirmasi bahwa BPI Danantara akan terlibat dalam proses tersebut meskipun detail perannya masih belum diungkapkan. Hal ini mempertegas bahwa pemerintah tidak sekadar memberi lampu hijau, tetapi juga ingin mengawal transisi agar memberikan manfaat maksimal bagi pasar, negara, dan pemangku kepentingan.

Menariknya, Prasetyo Hadi menampik kekhawatiran publik mengenai potensi monopoli. Menurutnya, tujuan utama dari penggabungan ini justru untuk menjaga keberlanjutan perusahaan di era persaingan ketat dan tekanan finansial yang tinggi. Ia menyebut bahwa GoTo dan Grab telah menjadi tulang punggung ekonomi informal Indonesia, terutama melalui peran besar para pengemudi ojek online.
“Tujuannya itu untuk memastikan perusahaan tetap berjalan. Kita tersadar bahwa ojol adalah pahlawan ekonomi,” ujarnya. Pernyataan ini memperlihatkan bahwa pemerintah melihat para mitra pengemudi sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan, sehingga kesejahteraan mereka menjadi alasan utama pemerintah mendukung rencana mega-merger.
Dengan populasi mitra pengemudi yang sangat besar di kedua platform, merger ini dipandang dapat menciptakan stabilitas operasional, memperkuat daya saing, serta memberikan perlindungan yang lebih kuat terhadap keberlanjutan lapangan kerja. Jika merger benar-benar terwujud, penggabungan GoTo dan Grab akan menjadi salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah industri teknologi Asia Tenggara dan dapat mengubah peta persaingan super app di kawasan.
Hingga kini, publik menanti kelanjutan proses ini dengan cermat. Semua mata tertuju pada GoTo, Grab, serta langkah strategis pemerintah melalui BPI Danantara. Jika benar terjadi, mega-merger ini bukan hanya akan mempengaruhi industri teknologi, tetapi juga mendefinisikan ulang arah ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
