Bekasi, HarianJabar.com – Kunjungan kemanusiaan yang dilakukan artis Zaskia Adya Mecca ke kawasan bencana di Pidie Jaya berubah menjadi perjalanan yang mengguncang batinnya. Apa yang ia lihat langsung di lapangan membuatnya sadar bahwa bencana yang melanda wilayah tersebut bukanlah kejadian biasa, melainkan bencana besar dengan dampak pemulihan yang kemungkinan memakan waktu sangat panjang.
Zaskia menjelaskan bahwa daerah yang ia datangi masih sangat minim bantuan. Warga terpaksa bertahan hidup dengan kondisi serba darurat—tanpa listrik, tanpa air bersih, pasokan makanan yang makin menipis, dan lumpur yang mengubur rumah hingga setinggi atap.
Sebagai bentuk kepedulian, Zaskia ikut turun langsung membantu masyarakat. Ia memasak di dapur umum untuk para pengungsi, termasuk ibu-ibu dan anak-anak. Dalam unggahan Instagram-nya, ia memperlihatkan bagaimana relawan bekerja siang malam untuk menyuplai kebutuhan dasar sambil menghadapi kondisi yang juga penuh keterbatasan.
Di tengah reruntuhan bangunan dan tanah basah yang masih menyisakan aroma bencana, Zaskia bertemu banyak ibu yang tak mampu menahan tangis saat ia menggenggam tangan mereka.

“Capek, enggak kuat tapi harus kuat. Enggak tahu akan bagaimana ke depannya, tolong kami, kami butuh bantuan,” ujar Zaskia saat mengutip penuturan warga dalam ceritanya di Instagram, Selasa (02/1/2025).
Relawan dan warga setempat juga menyampaikan bahwa masih ada daerah-daerah yang terisolasi dengan kondisi yang diduga jauh lebih parah. Mendengar laporan tersebut, Zaskia mengaku hatinya remuk dan semakin tergerak untuk menyerukan solidaritas publik.
Melihat kondisi memprihatinkan itu, Zaskia mengimbau masyarakat untuk berhenti mengkritik cara orang lain membantu.
“Guys ini bukan waktunya diam dan mengkritik cara orang lain membantu. Sekarang saatnya bergerak semampu kita untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak,” tulisnya.
Ia mengajak masyarakat untuk melakukan apa pun yang bisa dilakukan—menyebarkan informasi, mengumpulkan donasi, membantu di lapangan jika mampu, saling menguatkan, dan terus mendoakan para korban.
“Intinya, kalau hidup kita masih terasa normal dan baik-baik saja di saat saudara dekat kita terkena musibah seberat ini, pertanyakan hatimu. Semoga Allah ta’ala lembutkan,” tutupnya.
