Bandung, HarianJabar.com – Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Barat memastikan stok kebutuhan beras masyarakat aman hingga masa panen raya tahun 2026. Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Barat, Nurman Susilo, mengatakan sejak akhir Oktober 2025, Bulog telah menyalurkan cadangan beras pemerintah sebagai bantuan pangan secara serentak di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat.
Program bantuan pangan tahap II ini masih berlangsung dan menyasar sekitar 3,3 juta penduduk di provinsi tersebut. “Setiap penerima manfaat menerima sebanyak 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng pada penyaluran bantuan pangan tahap II,” ujar Nurman pada Kamis, 4 Desember 2025.
Nurman menjelaskan, program bantuan pangan merupakan salah satu instrumen pemerintah dalam mengelola cadangan beras milik negara. Selain meringankan kebutuhan penerima, program ini juga bertujuan menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.

Berdasarkan proyeksi data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, jumlah penduduk Jawa Barat mencapai 50.759.000 jiwa dengan konsumsi beras 79,08 kg per kapita per tahun. Artinya, total konsumsi beras setahun mencapai 4.014.022 ton, atau rata-rata 334.502 ton per bulan.
Dengan penyaluran bahan pangan alokasi Oktober–November sebesar 66.850 ton dan penyaluran Sistem Resi Gudang/Pengadaan Beras Pemerintah (SPHP) sekitar 59.585 ton, maka Perum Bulog telah menyalurkan total 126.435 ton beras. Jumlah ini setara 37,80 persen dari rata-rata konsumsi beras per bulan di Jawa Barat.
Nurman menekankan bahwa penyaluran bahan pangan dan SPHP secara simultan diharapkan memberikan efek positif terhadap stabilisasi harga beras menjelang akhir tahun 2025. “Intervensi ini diharapkan dapat menjaga harga beras tetap stabil dan memberikan kontribusi terhadap pengendalian inflasi sesuai target pemerintah,” jelasnya.
Dengan langkah ini, Bulog Jawa Barat memastikan masyarakat tetap mendapat pasokan beras yang cukup, sekaligus mendukung kestabilan ekonomi lokal hingga panen raya tahun depan. Program ini menjadi salah satu upaya strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga di tengah tantangan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
