Bekasi, HarianJabar.com – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bekasi, Yogi Kurniawan, mengungkapkan bahwa tingkat okupansi hotel sepanjang tahun 2025 mengalami penurunan signifikan. Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah serta imbauan larangan kegiatan dinas di hotel dan restoran disebut menjadi penyebab utama.
Menurut Yogi, berbagai kegiatan yang biasanya berlangsung di hotel—seperti wisuda sekolah, acara pemerintahan, hingga kegiatan organisasi—banyak yang dibatalkan. Akibatnya, pendapatan hotel dan restoran anjlok hingga 30–35 persen.
“Banyak pesanan kegiatan terpaksa dibatalkan. Setelah dievaluasi, ini sangat mempengaruhi pendapatan industri pariwisata,” ujar Yogi.
Kerja Sama dengan UMKM Capai 300 Perjanjian
Meski menghadapi tantangan berat, PHRI Kota Bekasi tetap mencatat capaian positif. Hingga 2025, lebih dari 300 kerja sama telah terjalin antara hotel dan pelaku UMKM di Kota Bekasi. Yogi menyebut capaian ini sebagai salah satu prestasi terbaik, tidak hanya di Kota Bekasi tetapi juga secara nasional.
Di sisi promosi wisata dan UMKM, PHRI juga berkolaborasi dengan DPMPTSP Kota Bekasi. Kolaborasi ini membuat Kota Bekasi diperkirakan akan menerima Innovation Government Award 2025 dari Kementerian Dalam Negeri.

Industri Tetap Bertahan Meski Banyak Pembatasan
Yogi mengakui bahwa berbagai kebijakan pemerintah dari awal tahun—seperti efisiensi anggaran, larangan studi tour, hingga pembatasan kegiatan sekolah—membuat industri pariwisata terpukul. Meski demikian, pelaku usaha disebut tetap mampu bertahan berkat semangat dan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, UMKM, hingga media.
“Dengan semangat juang dan tidak menyerah, Alhamdulillah PHRI tetap mencapai target organisasi serta menjaga hubungan baik dengan seluruh stakeholder,” jelasnya.
PHRI Kota Bekasi juga menerima sejumlah apresiasi dari Pemerintah Kota Bekasi atas berbagai program kolaboratif yang dijalankan.
Mulai Membaik di Dua Bulan Terakhir
Yogi menyampaikan kabar baik: dalam dua bulan terakhir, tingkat okupansi hotel di Kota Bekasi meningkat ke angka 60–70 persen. Ia berharap tren ini terus berlanjut hingga akhir tahun dan semakin membaik di 2026.
PHRI Harap Kebijakan Pemerintah Lebih Mendukung
Untuk tahun depan, PHRI Kota Bekasi berharap pemerintah dapat mengevaluasi kebijakan yang dinilai memberatkan sektor hotel dan restoran. Yogi menekankan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri pariwisata.
“Kami berharap kebijakan yang menghambat pemasukan bisa dilonggarkan. Semakin besar income industri, semakin besar pula kontribusi terhadap PAD Kota Bekasi,” ujarnya.
Yogi memastikan PHRI sangat terbuka untuk program kolaborasi apa pun dari pemerintah, demi mendorong pertumbuhan ekonomi serta memajukan industri pariwisata Kota Bekasi.
