Sukabumi, HarianJabar.com – Sebanyak 35 dapur Satuan Pelayanan Penyedia Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi memproduksi makanan bergizi gratis (MBG) di Kota Sukabumi diketahui belum mengantongi sertifikat Sanitasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Meski begitu, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menegaskan bahwa pihaknya sudah turun langsung ke lapangan dan memastikan dapur-dapur tersebut tetap beroperasi dengan standar kebersihan dan keamanan pangan yang cukup baik.
Dapur SPPG, Pilar Penting Program Makanan Bergizi Gratis
Program Makanan Bergizi Gratis yang digagas Pemerintah Kota Sukabumi melalui SPPG bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan lansia. Dengan adanya dapur-dapur SPPG yang tersebar di berbagai kecamatan, warga dapat memperoleh makanan sehat tanpa harus mengeluarkan biaya.
Namun, belum adanya sertifikat SLHS pada dapur-dapur tersebut menjadi perhatian serius. Sertifikat ini penting sebagai bukti bahwa proses produksi makanan telah memenuhi standar sanitasi dan higiene yang ditetapkan oleh pemerintah.

Pemeriksaan dan Pengawasan Langsung oleh Pemerintah
Menanggapi hal ini, Wali Kota Ayep Zaki menyampaikan bahwa meski sertifikat SLHS belum diterbitkan, pemerintah telah melakukan pemeriksaan dan pengawasan secara langsung di setiap dapur SPPG.
“Kami sudah turun ke lapangan untuk memastikan proses produksi berjalan dengan protokol kesehatan dan kebersihan yang memadai. Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki standar ini agar masyarakat mendapatkan makanan yang aman dan berkualitas,” ujarnya.
Rencana Pengurusan Sertifikat dan Peningkatan Standar
Pemkot Sukabumi juga tengah mengupayakan percepatan pengurusan sertifikat SLHS bagi dapur-dapur SPPG. Melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan dan instansi terkait, diharapkan proses sertifikasi dapat selesai dalam waktu dekat.
Selain itu, pelatihan bagi para pengelola dan tenaga dapur juga rutin dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai higiene, sanitasi, dan keamanan pangan. Hal ini diharapkan mampu meminimalisir risiko kontaminasi dan menjaga kualitas makanan yang dihasilkan.
Dukungan Masyarakat dan Harapan ke Depan
Masyarakat diharapkan turut mendukung program ini dengan memberikan masukan serta melaporkan jika menemukan ketidaksesuaian standar di dapur-dapur SPPG. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pengelola, dan warga, program Makanan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal dan berdampak positif bagi kesehatan masyarakat.
“Kami yakin dengan kerja sama semua pihak, program ini akan berjalan dengan baik dan membawa manfaat besar bagi warga Sukabumi,” tutup Ayep Zaki.
