Jakarta, HarianJabar.com – Media sosial kembali dihebohkan dengan video seorang aparatur sipil negara (ASN) yang menyalahkan warganet karena dianggap terlalu sering mengkritik pemerintah. Dalam pernyataannya, ASN tersebut juga menyinggung soal latar belakang pendidikan tinggi yang ia miliki, termasuk gelar S2 yang dipamerkan di hadapan publik.
Pernyataan ini langsung menuai beragam reaksi. Banyak warganet menilai komentar tersebut tidak mencerminkan sikap bijak seorang ASN yang seharusnya melayani masyarakat.

Respons Rocky Gerung
Filsuf sekaligus pengamat politik, Rocky Gerung, turut merespons viralnya video tersebut. Ia menilai bahwa kritik masyarakat terhadap pemerintah merupakan hal wajar dan dijamin oleh konstitusi.
“Orang boleh sekolah setinggi-tingginya, tapi kalau tidak memahami hakikat demokrasi, maka yang keluar justru kesombongan,” ujar Rocky dalam sebuah diskusi daring.
Kritik Adalah Hak Publik
Sejumlah aktivis menegaskan bahwa kritik publik terhadap kebijakan pemerintah tidak boleh dimaknai sebagai serangan personal. Dalam negara demokrasi, partisipasi warga, termasuk kritik, adalah bagian dari kontrol sosial yang sehat.
“ASN sebaiknya memahami posisinya sebagai pelayan publik, bukan malah menyalahkan warga. Kritik itu vitamin untuk perbaikan kinerja,” kata salah satu akademisi dari Universitas Indonesia.
Warganet Membanjiri Kolom Komentar
Video tersebut viral di berbagai platform, dengan ribuan komentar yang mayoritas bernada sindiran. Beberapa warganet menuliskan bahwa ASN seharusnya menunjukkan kinerja nyata, bukan justru meremehkan suara masyarakat.
Pembelajaran Bagi ASN
Kasus ini dinilai menjadi pelajaran penting bagi ASN lainnya agar berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik, terutama di era digital di mana segala hal cepat viral.
